PENGGUNAAN PASIR GUNUNG JAMUR UJUNG PADA CAMPURAN AC WC DENGAN MENGGUNAKAN ASPAL PEN 60/70 SEBAGAI BAHAN PENGIKAT | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGGUNAAN PASIR GUNUNG JAMUR UJUNG PADA CAMPURAN AC WC DENGAN MENGGUNAKAN ASPAL PEN 60/70 SEBAGAI BAHAN PENGIKAT


Pengarang

Fuad Hasan - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0804101010064

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2013

Bahasa

Indonesia

No Classification

691.96

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Masyarakat di Jamur Ujung Kabupaten Bener Meriah telah menggunakan pasir
alamnya yang bcrasal dari gunung hanya untuk pekerjaan kontruksi bangunan.
Dalam spesifikasi teknik campuran beton aspal tahun 2010, disebutkan bahwa
penggunaan pasir alam maksimal 15%. Pemanfatan pasir alam dapat membuat
harga campuran lebih murah, dengan harapan campurannya masih memenuhi
spesifikasi yang disyaratkan. Oleh karena itu, perlu dilakukan suatu penelitian
untuk mengetahui persentase pasir yang optimal, yang menghasilkan lapisan
beton aspal dengan kualitas terbaik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
pengaruh persentase pasir gunung terhadap parameter Marshall dan durabilitas
serta jumlah persen pasir yang optimal untuk digunakan sebagai agregat
halus pada campuran AC-WC yang masih memenuhi peryaratan spesifikasi Bina
Marga tahun 2010. Variasi persentase pasir yang dilakukan adalah 10%, 15%, 20%
dengan menggunakan agregat batu pecah dari Indrapuri Kabupaten Aceh Besar,
pasir gunung dari Jamur Ujung Kabupaten Bener Meriah, dan aspal penetrasi
60/70. Metode pengujian mcngikuti pctunjuk dalam Spesifikasi Umum Divisi 6
Perkerasan Aspal, Kementrian Pekerjaan Um um tahun 20 I 0. Penelitian ini di
awali dengan menentukan nilai pb (persen bitumen) untuk ketiga variasi pasir
yaitu 4,5%, 5%, 5,5%, 6%, 6,5%, dari masing-masing persentase pasir dibuat 3
buah benda uji untuk menentukan nilai KAO (Kadar Aspal Optimum). Nilai KAO
yang di dapat dari metode Range Overlaping yaitu 6,2 % untuk pasir I0%, 6,3%
untuk 15%, dan 6,42 untuk pasir 20%. Dari nilai KAO yang telah ditentukan,
maka akan dibuat 3 buah benda uji lagi untuk menentukan nilai durabilitas. Pada
evaluasi parameter Marshall dan durabilitas, hasil yang di dapat dari ketiga
variasi pasir tersebut masih memenuhi persyaratan yaitu >75%, namun nilai
durabilitasnya menurun, ini disebabkan jumlah pasir yang lebih banyak
terkandung didalamnya.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK