<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="140783">
 <titleInfo>
  <title>KEGAGALAN  PIPA STAINLESS STEEL DI DAERAH LASAN PADA REBOILER</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mirza</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pipa stainless steel SUS 410 adalah pipa sambungan pada suatu media reboiler yang  mempunyai peranan  penting dalam proses pembentukan urea  slurry,  tekanan mencapai 1,7 MPa dan temperatur  120-130 &quot;C.  Larutan uera  slurry  (NH, dan CO9) bersifat korosif.  Berdasarkan  kronologi pada  tanggal 23  Desember 2011 pipa stailess steel mengalami kebocoran (leak) pada daerah lasan sehingga berdasarkan fungsi dan proses pabrik terhenti secara tiba-tiba (suddenly).  Beberapa faktor penyebab terjadinya kebocoran pada pipa stainless steel SUS 410  yaitu terjadinya perambatan retak yang&#13;
dapat  menembus dinding pipa,  kesalahan dalam  memilih material,  dan  media  yang bersifat  korosif.  Faktor intensitas tegangan yang terjadi  810,3  Mpa, dan   K;e  499,4 Mpa,Setelah  dilakukan pemeriksaan visual terdapat  retak halus yang nampak sudah menjalar  pada daerah HAZ  disebabkan  oleh   adanya  tegangan,  media  korosif dan temperatur  sehingga  menyebabkan kebocoran. Untuk  mengetahui  komposisi kimia pada material pipa  stailess  steel yang  mengalami kebocoran dilakukan pengujian  dengan menggunakan  alat  X-MET (Alloy  Analyzer Test).   Material pipa  stainless steel  yang mengalami kebocoran ini  merupakan material SUS 410 (ASTM A276)  yang berbentuk&#13;
hollow  bar (batang berongga). Sehubungan dengan  terjadinya pengikisan pada dinding pipa yang disebabkan oleh  media korosifmaka ketebalan telah berkurang dari (t)  = 3mm menjadi (t)  = 2,5 mm. Dari penjelasan diatas merupakan sebuah   kasus kegagalan yang terjadi pada pipa stainless steel SUS 410 bahwa  dapat direkomendasikan berdasarkan data yang  diperoleh  dari   pemeriksaan, pipa  yang  mengalami kebocoran memiliki ketebalan (1)  = 2.5  mm,  sebaikya  digantikan pipa dengan ketebalan (t)   = 3  mm, demikiannya juga material SUS 410 (ASTM A 276)  diganti dengan material SUS 316 (ASTMA 312).&#13;
&#13;
Kata  Kunci  : Stainless steel  SUS 410, HAZ, Perambatan  retak, Kebocoran&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>PIPES (CONDUITS) - MACHINE ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>621.867 2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>140783</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-11-14 09:24:50</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-11-14 09:34:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>