Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH UKURAN PARTIKEL DAN JENIS PELARUT TERRA OAP MINYAK KEDELAI (GLYCINE MAX. L) HASIL EKSTRAKSI
Pengarang
Farid Ismullah - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0605105010010
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2011
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Kedelai (Glycine max. L). merupakan tanaman pangan berupa semak yang tumbuh tegak. Banyak cara untuk mengambil minyak dari kacang-kacangan, tapi yang paling umum dipakai adalah metode sohklet. Soxhletasi merupakan penyarian sampel secara berkesinambungan, pelarut dipanaskan hingga menguap, uap cairan pelarut terkondensasi menjadi molekul-molekul air oleh pendingin (kondensor) lalu turun mengekstrak sampel dalam ruang soxhlet dan selanjutnya masuk kembali ke dalam labu alas bulat setelah melewati pipa. Dalam proses ekstraksi, pemilihan pelarut yang akan digunakan sangatlah penting. Hal ini juga dapat mempengaruhi hasil yang akan didapatkan dari proses ekstraksi yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran mesh dan jenis pelarut terhadap randemen minyak kedelai dan uji organoleptik berupa uji deskripsi terhadap aroma dan warna pada minyak kedelai yang dihasilkan.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri atas 2 faktor. Faktor pertama adalah ukuran bahan, terdiri dari 3 taraf yaitu M, =60 mesh ; M = 80 mesh; dan M, =100 mesh. Faktor kedua adalah jenis pelarut (P) terdiri atas 3 taraf yaitu P, = n- heksan, P = methanol dan P, = dietil eter. Kombinasi dari perlakuan acialah 3 x 3 = 9 dengan menggunakan 3 kali ulangan (U)
sehingga terdapat 27 satuan pecobaan. Setelah diperoleh minyak kedelai hasil ektraksi, dilakukan analisis meliputi indeks bias, berat jenis, rendemen, bilangan peroksida, bilangan asam dan uji organoleptik yaitu uji deskripsi mencakup aroma, dan rasa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen minyak kedelai tertinggi diproleh dari kombinasi perlakuan dengan bubuk kedelai ukuran bahan 60 mesh menggunakan pelarut dietil eter dengan rata-rata 27,2 %. Indeks bias yang diperoleh dari penelitian adalah I .48 D dengan suhu 30"C melewati angka yang telah di tetapkan SN! yaitu 1.43 - 1.477 D dengan suhu 20C. Berat jenis yang diperoleh dari penelitian ini adalah 0.91 (g/mL) mendekati angka SNI yang telah di tetapkan yaita 0.924 - 0.928 (g/mL). Kadar asam lemak bebas minyak kedelai yang dihasilkan dalam penelitian ini berkisar antara 1.75 -- 1.28 % dengan rata -rata 1.47 % menunjukan bahwa perlakuan jenis pelarut, ukuran bahan dan interaksi antara ukuran mesh dan jenis pelarut berpengaruh tidak nyata (P< 0.0 I) terhadap bilangan asam minyak yang diperoleh. Bilangan peroksida yang diproleh berkisar antara 129.16 % - 142.36% dengan rata-rata
135.76% dan Hasil sidik ragam menunjukan bahwa perlakuan, jenis pelarut, ukuran mesh dan interaksi antara ukuran mesh dan jenis pelarut berpengaruh sangat nyata
(P
Tidak Tersedia Deskripsi
MEMPELAJARI PENGARUH UKURAN PARTIKET BAHAN DAN PENGADUKAN DALAM PROSES PEMBUATAN OLEORESIN BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIVUM L) (Wenny Agustien, 2024)
EKSTRAKSI MINYAK ATSIRI DARI RIMPANG JAHE DENGAN METODE HIDRODISTILASI SISTEM KOHOBASI (Fitriana Djafar, 2025)
EKSTRAKSI MINYAK KULIT PADI (RICE BRAN OIL) DENGAN MENGGUNAKAN PELARUT ISOPROPANOL (Rosmarita, 2024)
EKSTRAKSI MINYAK KULIT PADI (RICE BRAN OIL, RBO) DENGAN MENGGUNAKAN PELARUT HEXANA (Maulidar, 2025)
PENGARUH UKURAN PARTIKEL DAN SUHU EKSTRAKSI TERHADAP MINYAK BIJI ALPUKAT (PERSEA AMERICANA MILL) (Rezka Kenara Bintang Putra, 2016)