PRARANCANGAN PABRIK ASETON DARI ISOPROPIL ALKOHOL MENGGUNAKAN PROSES DEIDDROGENASI DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 25.000 TON/TAHUN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PRARANCANGAN PABRIK ASETON DARI ISOPROPIL ALKOHOL MENGGUNAKAN PROSES DEIDDROGENASI DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 25.000 TON/TAHUN


Pengarang

Cut Chintia Merina - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0404103010028

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Kimia (S1) / PDDIKTI : 24201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2010

Bahasa

Indonesia

No Classification

670

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Prarancangan pabrik aseton dengan menggunakan isopropil alkohol sebagai
bahan baku . Proses produksi secara keseluruhan menggunahan proses kontinyu yang
terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap persiapan gas umpan, tahap sintesa dan tahap
pemumian aseton. Kapasitas produksi pabrik aseton ini adalah 25.000 ton pertahun
dengan hari keria 330 hari pertahun. Bentuk perusahaan yang direncanahan adalah
Perseroan Terbatas Q'T) dengan menggunakan metode stnihaIT organisasi garis dan
staf. Kebutuhan tennga keria untuk menjalankan pemsahaan ini beriumlch 185 orang.
Lokasi pabrik direncanakan didirikan di Desa Krueng Geukueh, Kecamatan
Dewantara, Kabupaten Aceb Utara, Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia,
dengan luas tanah I 5.000 m. Sumber air untuk pabrik aseton ini berasal dari Sungai
Krueng Peusangan, dan untuk memenuhi kebutuhan listrik diperoleh dari generator
dengan daya 870,517 kW.
Hasil anali sa ekonomi yang yang diperoleh adalah sebagai berikut :
a. Total Capital Investment (TCI) : Rp, 405.836.081.236,-
b. Total Production Cost (TPC) : Rp. 338.358.169.541,­
c. Hasil penjualan per tahun : Rp. 442.499.207.040,
d. Laba bersih per tahun : Rp.72.898.726.249,-
e.Internal Rate of Return (IRR) : 32.92 %
f. Pay Out Time (POT) : 3 tahun 6,5 bulan
g. Break Event Point (BEP) : 50,29%

Berdasakan studi kelayahan telmis dan ekonomis di atas, maka dapat
disimpulkan bahwa prarancan gan pabrik aseton ini layak untuk dilanjutkan ke tahap konstruksi.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK