<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="140573">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN PEMBUATAN DEKSTRIN PUTIH  DARI TAPIOKA, PATI SAGU, DAN MAIZENA SECARA HIDROLISIS KERING MENGGUNAKAN HCI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Cut Nilda</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2007</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dekstrin merupakan salah satu produk dari hasil modifikasi pati yang&#13;
tujuannya adalah untuk memperbaiki atau menambahkan sifat-sifat fungsional&#13;
tertentu yang tidak terdapat dalarn pati mentah. Pati alami tidak dapat larut dalam&#13;
air dingin, sedangkan dekstrin dapat larut dalarn air dingin. Kelarutan dekstrin&#13;
dalarn air dingin menyebabkan penggunaannya sangat luas terutama pada industri &#13;
pangan. &#13;
          Prinsip dasar pembuatan dekstrin adalah memotong rantai panjang pati&#13;
dengan katalis asarn menjadi molekul-molekul rantai pendek dengan jumlah unit &#13;
glukosa di bawah sepuluh. Asam yang sering digunakan adalah asarn klorida &#13;
(HCI) karena merupakan asarn kuat, lebih mudah terdispersi dalarn granula pati,&#13;
dan cenderung menguap dalam proses dekstrinisasi. Proses pembuatan dekstrin&#13;
dirnulai dengan pencarnpuran pati dengan larutan HCI dan kemudian dikeringkan&#13;
sampai mencapai kadar air 11 % dan diayak dengan ukuran 80 mesh. Selanjutnya&#13;
campuran pati dan HCI disangrai pada suhu 100-110'C selama lebih kurang 30&#13;
menit sampai tidak terbentuknya warna biru apabila ditetesi dengan larutan iod.&#13;
          Penelitian ini bertu juan untuk mempelajari cara pembuatan dekstrin dan&#13;
untuk mengetahui pengaruh jenis pati (tapioka, sagu, dan maizena) dan&#13;
konsentrasi asarn klorida (HCI) terhadap mutu dekstrin yang dihasilkan.&#13;
          Rancangan percobaan yang digunakan dalarn penelitian ini adalah&#13;
Rancangan Acak Kelompok (RAK) 3 x 3 dengan 2 faktor yaitu fakt or jenis pati&#13;
dan faktor konsentrasi HCI. Faktor jenis pati (A) terdiri atas 3 taraf yaitu A;=&#13;
pati ubi kayu (tapioka), A = pati sagu, dan A = pati jagung (maizena) dan faktor&#13;
konsentrasi HCI (B) terdiri atas 3 taraf yaitu B, = 0,1 %, B = 0,15 % dan B3 = &#13;
0,2 %. Dengan demikian terdapat 9 kombinasi perlakuan dengan 3 (tiga) ulangan &#13;
sehingga diperoleh 27 satuan percobaan. &#13;
          Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analysis of variance (Anova)&#13;
dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) untuk membedakan&#13;
pengaruh antar perlakuan. Analisis yang dilakukan adalah kadar dekstrin, kadar&#13;
amilosa, bagian yang larut dalam air dingin, kadar air, kadar abu, dan derajat &#13;
asam.&#13;
          Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor jenis pati (A) berpengaruh&#13;
sangat nyata (P  0,05) terhadap bagian yang larut dalam air&#13;
dingin, kadar air, dan derajat asam. Faktor konsentrasi HCI (B) berpengaruh&#13;
sangat nyata (P '.S 0,0 I) terhadap kadar dekstrin, kadar amilosa, kadar abu dan&#13;
derajat asam, tetapi berpengaruh tidak nyata (P &gt; 0,05) terhadap bagian yang&#13;
larut dalam air dingin dan kadar air. Interaksi antara jenis pati dan konsentrasi&#13;
HCI (AB) berpengaruh sangat nyata (P  0,05) terhadap bagian yang larut&#13;
dalam air dingin, kadar air, kadar abu, dan derajat asam.&#13;
          Secara umum maizena menghasilkan kadar desktrin yang lebih tinggi&#13;
(53,22%) dibandingkan tapioka (51,73%) dan pati sagu (41,41%). Konsentrasi&#13;
HCI berpengaruh terhadap kadar abu dan derajat asam dari dekstrin yang&#13;
dihasilkan. Semak.in tinggi konsentrasi HCI yang ditambahkan (0,1-0,2%), maka&#13;
semakin tinggi kadar abu dan derajat asam dari dekstrin yang dihasilkan. Dekstrin&#13;
yang dihasilkan telah memenuhi beberapa syarat yang ditetapkan Standar&#13;
Nasional Indonesia untuk industri pangan antara lain kadar air, kadar abu, bagian&#13;
yang larut dalam air dingin, dan derajat asam. Dekstrin yang terbaik dihasilkan&#13;
pada perlakuan menggunakan tapioka dengan konsentrasi HCI yang digunakan&#13;
0,1%. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>140573</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-11-11 15:35:46</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-11-11 15:35:46</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>