PEMANFAATAN KULIT MARKISA (PASSIFLORA EDULIS) SEBAGAI SUMBER PEKTIN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PEMANFAATAN KULIT MARKISA (PASSIFLORA EDULIS) SEBAGAI SUMBER PEKTIN


Pengarang

Lia Hafnie - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

9951511938

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2006

Bahasa

Indonesia

No Classification

664.25

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Produk utama tanaman markisa (Passiflora edulis) adalah buah markisa.
Sedangkan batang, daun, bunga, biji, dan kulit buah markisa masih merupakan
limbah yang belum banyak dimanfaatkan, bila dibandingkan dengan daging buah
mark.isa. Limbah tanaman mark.isa tersebut berpotensi untuk diolah menjadi produk
pangan dan non pangan. Kulit buah markisa bagian dalam (endocarp) dan kulit luar
(endocarp) diketahui mengandung pektin. Pektin dapat digunakan sebagai zat
penstabil (Stabilizer) pada produk makanan olahan, dan juga sebagai pengental atau
(eksocarp) diketahui mengandung pektin. Pektin dapat digunakan sebagai zat
pemekat pada minuman. Makanan olahan yang mengandung pektin diantaranya, susu
kental manis, jeli, selai, mentcga, es krim, sirup dan sari buah.
Indonesia masih mcngimpor pektin dari negara maju memenuhi kebutuhan
pektin dalam industri pengolahan makanan. Salah satu sumber pektin yang berpotensi
adalah limbah kulit markisa yang berasal dari pengolahan sirup atau sari buah markisa.
Penelitian ini dilakukan pada Bulan Agustus 2005 bertempat di Laboratorium
Pengolahan Hasil Nabati, Laboratorium Analisis Pangan Jurusan Teknologi Hasil
Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh.
Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial pola 2 x 3
dengan 3 kali ulangan. Faktor yang diteliti adalah perbandingan larutan pengekstrak
(air) dan bahan serta lama ekstraksi. Perbandingan larutan pengekstrak (air) dan
bahan (N) terdiri atas dua taraf yaitu perbandingan air dan bahan 3 : I, perhandingan
air dan balian 5 : I. Lama ekstraksi (E) terdiri a(as tiga (aral` yaiLu lama ekstraksi 45.
60, dan 75 menit. Parameter yang diamati dan dianalisis prda pektin kulit markisa
meliputi rendemen, kadar air, kadar abu, berat ekivalen, dan kadar metoksil.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan air dan bahan (N) yang
digunakan berpengaruh sangat nyata (P

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK