<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="140555">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH JENIS GULA  DAN KONSENTRASI PEKTIN TERHADAP MUTU JEM NANGKA (ARTOCARPUS HETEROPHYLLUS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Abdullah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2008</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Nangka (Artocarpus heterophyllus) salah satu jenis buah-buahan&#13;
yang tumbuh dengan baik di daerah tropis seperti halnya Indonesia. Buah nangka&#13;
tersedia sepanjang tahun dan produksi tertinggi dicapai pada bulan September sampai&#13;
Desember. Pada umumnya nangka dimanfaatkan sebagai buah yang dimakan dalam&#13;
bentuk  segar.  Hal  ini  kurang  menguntunBhan  karena  tidak  tahan  lama  dalam&#13;
penyimpanannya.  Nangka  temasuk  ke  dalam  bahan  makanan  yang  mudah  rusak&#13;
(perishable) karena mempunyai kandungan air yang cukup tinggi yaitu 70 %.&#13;
Keadaan  (perishable)  karena  mempunyai  kandungan  air  yang  cukup  tinggi  yaitu 70 %.&#13;
Keadaan  ini  yang  menyebabkan  timbulnya  pemikiran  untuk  memanfaatkan  buah &#13;
nangka menjadi produk baru yang lebih awet, salah satunya adalah pembuatan jem&#13;
nangka.&#13;
          Jem didefinisikan sebagai suatu bahan setengah padat yang dibuat tidak&#13;
kurang dari 45 % bubur buah dengan  55 % gula.   Penambahan gula sangat penting &#13;
untuk  menperolch  tekstur,  penampahan  dan  flavour  yang  ideal   serta  sebagai&#13;
pengawet. Penambahan pektin juga sangat penting dalam bahan pangan terutama&#13;
sifatnya yang dapat meningkatkan kekentalan cairan atau membentuk gel dengan gula&#13;
dan asam. Jem tidak dimakan begitu saja, melaink.an untuk dioles di atas roti tawar&#13;
sebagai isi roti atau pemanis minuman seperti yoghurt dan es krirn. &#13;
          Penelitian  bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis gula dan konsentrasi &#13;
pektin terhadap mutu jem nangka yang dihasilkan. Penelitian   ini  menggunakan&#13;
Rancangan Acak Iengkap Faktorial CALF) 2 x 4 yang terdiri atas dua faktor. Faktor&#13;
I adalah jenis gula (G) yang terdiri atas dun taraf yaitu Gi = gula pasir dan G2 = gula&#13;
Rancan gan Acak Lengkap Faktorial (RALF) 2 x 4 yang terdiri atas dua faktor. Faktor&#13;
I adalah jenis gula (G) yang terdiri atas dua taraf yaitu G; = gula pasir dan G = gula&#13;
kelapa. Faktor II adalah konsentrasi pektin (P) yang terdiri atas empat taraf yaitu&#13;
P,=0%,P=0,5%,P,=1%, dan P= 1,5 % dari persentase berat nangka. Analisis&#13;
yang dilakukan adalah rendemen, kadar air, total padatan terlarut, vitamin C dan &#13;
organoleptik (warna, rasa, aroma, dan daya oles). Untuk menguji pengaruh dari setiap&#13;
perlakuan terhadap parameter-parameter yang dianalisis, dilakukan analisis statistik&#13;
dengan menggunakan ANOVA (Analysis of variance). Bila ada pengaruh yang nyata&#13;
antara perlakuan, maka diteruskan dengan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT)&#13;
          Perlakuan jenis gula belpengaruh sangat nyata (P0,01) terhadap rendemen dan nilai  organoleptik daya &#13;
oles jem nangka . tetapi berpengaruh tidak nyata (P &gt; 0,05) terhadap kadar air,total &#13;
padatan terlarut, vitamin C, dan nilai organoleptik  warna, rasa dan aroma jem nangka &#13;
dan  nilai organoleptik daya oles jem nangka, tetapi berpengaruh tidak nyata &#13;
(P&gt;0,05) terhadap kadar air, total padatan terlarut, vitamin  C, dan nilai organoleptik warna, rasa dan aroma jem nangka.&#13;
lnteraks i perlakuan antara jenis gula dan konsentrasi pektin berpengaruh tidak nyata&#13;
(P&gt;0,05) terhada p semua parameter analisis.&#13;
          Kombinasi perlakuan terbaik berdasarkan metode rangking untuk pembuatan&#13;
jem nangka diperoleh pada kombinasi jenis gula pasir dan konsentrasi pektin 1 % &#13;
dengan rendemen 105,28 %, Jem tersebut memiliki kadar air 27,23 %, total padatan&#13;
terlarut 68,39 %, vitamin C 12,40 mg/100 gram bahan, warna 3,23 (biasa), rasa 3,37&#13;
(biasa), dan daya oles 3,56 (biasa). &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>140555</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-11-11 14:58:32</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-11-11 14:58:32</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>