<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="140523">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH BEBERAPA TIPE PENGERING (OVEN, SINAR MATAHARI, DAN FREEZE  DRYER) DAN LAMA PENGERINGAN TERHADAP MUTU PEKTIN KULIT JERUK NIPIS (CITRUS AURANTIFOLIA SWINGLE)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mahmudsyah putera . A</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2006</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pektin merupakan karbohidrat yang termasuk ke dalam golongan polisakarida   pembentuk   struktur   dan   merupakan  senyawa  berpolimer  yang terdapat dalam lamela tengah sel buah-buahan maupun sayuran (Muchtadi, 1992). Zat  ini  terutama  terletak  dalam  dinding sel  dan  lamela  tengah  yang berfungsi sebagai bahan perekat (Pantastico, 1986). Bagian-bagian tanaman lain yang mengandung pektin diantaranya yaitu  tangkai  tanaman bunga matahari.  Pektin dapat digunakan sebagai  zat penstabil  (stabilizer)  pada produk makanan olahan dan  dapat juga  digunakan  untuk menstabilkan,  mengentalkan, ataupun memekatkan  minuman.  Fachruddin (2002)  menginformasikan  bahwa  makanan olahan  yang  menggunakan  pektin  dalam  pengolahan  diantaranya  adalah  susu kental  manis, jeli, selai, mentega,  sirup, es krim,  dan sari  buah.&#13;
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh beberapa tipe pengering dan lama pengeringan pada proses pembuatan pektin dari kulit jeruk  nipis terhadap mutu pektin yang dihasilkan.  Proses pembuatan pektin meliputi persiapan bahan, ekstraksi, penggumpalan, penyaringan, pemurnian, dan pencucian menggunakan alkohol 95%, kemudian dikeringkan. Pada proses pengeringan   dilakukan   variasi   tipe   pengering  dan   lama   pengeringan.   Tipe pengering yang digunakan adalah oven (A).  sinar matahari  (A2),  dan freeze dryer (A3).  serta lama  pengeringan 4 jam  (B1).  8 jam  (B2)  dan  10 jam (B3).  Pemilihan variasi  ini  untuk mengetahui  tipe pengering dan lama  pengeringan yang terbaik untuk  pektin.  Selanjutnya  dilakukan  analisa  produk  yang  meliputi  rendemen, kadar air, kadar abu, kadar metoksil, berat ekuivalen, dan kadar asam anhidrogalakturonat.  Dari  hasil   penelitian  ini   variasi  yang  terbaik  diperoleh dengan tipe pengering sinar matahari dan lama pengeringan 8 jam (A2B3). Pektin yang diperoleh diklasifikasikan ke dalam pektin yang mempunyai nilai rendemen yang tinggi  yaitu dengan rata-rata 7.55%,  kadar metoksil  tinggi  dengan rata-rata&#13;
9,43%, serta berat ekuivalen dan kadar asam anhidrogalakturonat yang tinggi  pula masing-masing dengan rata-rata 2879,07% dan 59,89%.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>140523</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-11-11 11:24:27</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-11-11 11:24:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>