ANALISIS AKUNTABILITAS DAN PENERAPAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PADA LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH (DESKRIPTIF RISET PADA BMT-BMT DI KOTA BANDA ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS AKUNTABILITAS DAN PENERAPAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PADA LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH (DESKRIPTIF RISET PADA BMT-BMT DI KOTA BANDA ACEH)


Pengarang

Wellya Zarti - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0201103010125

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Akuntansi (S1) / PDDIKTI : 62201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ekonomi., 2008

Bahasa

Indonesia

No Classification

657.833 3

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Melihat kondisi riil masyarakat kita dari sisi ekonomi belum dapat hidup secara layak dan mapan, masih sering terjerat rentenir apalagi setelah terjadinya gempa dan tsunami tahun 2004 maka pembentukan BQ-BQ sebagai lcmbaga keuangan perantara/intermediary dari semua proses ekonomi di segmen usaha mikro baik itu simpanan dan pembiayaan usaha/kredit memberi dampak yang sangat besar pengaruhnya terhadap kehidupan masyarakat lapisan bawah atau kelompok mikro.
Dalam pemberian pembiayaan adanya risiko-risiko yang timbul yaitu kredit macet untuk meminimalkan risiko yang bakal terjadi maka diperlukan sistem pengendalian yang baik dari BQ-BQ dan diikuti pelaksanaan akuntabilitas yang baik dari masing-masing bidang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan akuntabilitas pada BQ-BQ dan apakah dengan menerapkan sistem pengendalian intern dapat mengantisipasi risiko pembiayaannya. Metode pengumpulan data untuk penelitian ini adalah penelitian lapangan yang dilakukan dengan wawancara dan observasi. Metode analisis data yang dilakukan bersifat deskriptif kualitatif.
Subjek penelitian ini adalah BQ-BQ yang ada di Kota Banda Aceh Yaitu:
BQ Amanah, BQ Surya Madinah, BQ Cut Nyak Dhien, BQ Pemuda
Muhammadiyah dan BQ Bina Insan Mandiri.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseluruhan dari BQ-BQ dalam penerapan akuntabilitasnya dan penerapan sistem pengendalian intern sudah cukup baik, namun untuk mengantisipasi risiko pembiayaan penerapan sistem pengendalian intern saja belum bisa mengantisipasi risiko terjadinya kredit macet akibat lemahnya pemahaman konsep syariah dari nasabah yang diberikan pembiayaan.
Saran yang dapat diberikan adalah BQ-BQ hendaknya lebih hati-hati dalam
menilai nasabah dan memberikan gambaran tentang konsep syariah seeara lebih jelas kepada nasabah yang akan diberikan pembiayaan dan melaksanakan pembinaan yang lebih ekstra terhadap nasabah-nasabah sehingga dengan menerapkan sistem seperti ini bisa meminimalkan risiko pembiayaan.















Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK