<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="140485">
 <titleInfo>
  <title>PUSAT KERAJINAN ACEH DI BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Cicilia Marhamah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pusat  Kerajinan  Aceh  merupakan  suatu  wadah  promosi  dan  pemasaran   produk kerajinan Aceh. Wadah ini juga sebagai wujud upaya melestarik.an dan memperkenaJkan    hasil    kerajinan    Aceh    kepada    wisatawan    nusantara    dan wisatawan  mancanegara   yang  nantinya  dapat  menarik  minat  wisatawan  tersebut untuk  datang  berkunjung  ke kota  Banda  Aceh.  Selain  itu,  Pusat  Kerajinan Aceh ini juga  bertujuan  untuk  pengembangan   sektor  pariwisata  di  Provinsi  Aceh  dan meningkatkan  perekonomian  masyarakat.&#13;
&#13;
Kerajinan   Aceh   merupakan   suatu   kebudayaan   Aceh   yang   patut   dilestarikan. Bangunan yang menampung kegiatan ini sebaiknya bangunan yang dapat menggambarkan      identitas    bangunan     yang     berfungsi     sebagai     pelestarian kebudayaan  Aceh.  Akan tetapi bangunan juga bisa menyesuaikan  dengan  kondisi yang   sudah   modem   saat   ini.   Oleh   karena   itu,   tema   yang   diterapkan    pada perancangan   ini  adalah  tema  harmonisasi  modern  tradisional  dengan  pendekatan pada  arsitektur   neo  vernakular,  yaitu  arsitektur   yang   menghidupkan   kembali suasana atau elemen tradisional  tetapi juga  terbuka pada arsitektur  modem.&#13;
&#13;
Proses  perancangan   Pusat  Kerajinan  Aceh  ini  diawali  dengan  pendekatan  studi literatur, studi banding, dan studi lapangan, kemudian dilanjutkan dengan tahap pengidentifikasian    masalah         yang     muncul     dalam     perancangan     dengan pertimbangan  lokasi, luas tapak, peraturan pemerintah setempat, tema, kriteria perancangan    dan   tuntutan    perancangan.    Permasalahan    tersebut    selanjutnya dianalisa,  meliputi  analisa  fungsional,  analisa  tapak,  analisa  kondisi  lingkungan, serta  analisa  fisik bangunan.  Hasil pembahasan  analisa  dituangkan  dalam  bcntuk konsep perancangan Pusat Kerajinan Aceh dengan tema Harmonisasi Modern Tradisional.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci:  pusat  kerajinan,  Aceh,  harmonisasi, modern  tradisional&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CRAFTS - ARTS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>BUILDINGS - ARCHITECTURE</topic>
 </subject>
 <classification>745</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>140485</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-11-11 09:45:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-11-11 10:16:51</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>