<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="140415">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, GAYA KEPEMIMPINAN, DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN (STUDI EMPIRIS PADA KARYAWAN PT PLN (PERSERO) WILAYAH I NAD)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Tuti Meutia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ekonomi</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi. gaya kepemimpinan,  dan  motivasi  kerja  terhadap kinerja  karyawan.  Penelitian  ini  dilakukan pada  karyawan PT  PLN (persero)  Wilayah I NAD.  Pengumpulan data dilakukan melalui data primer. yaitu dengan membagikan daftar pertanyaan (kuesioner) kepada setiap responden. Penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quota Sampling dengan jumlah sampel  sebanyak 62 orang dari  162  orang karyawan.  Variabel  yang diteliti diukur dengan  skala  interval.  Analisa data  menggunakan  regresi  linier  berganda yang diolah dengan  menggunakan  program komputer  Statistical  Package for  Social Science (SPSS) versi  15.0.&#13;
Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  hubungan  antara  budaya  organisasi, gaya kepemimpinan  dan kinerja karyawan erat.  Hal  ini  ditunjukkan  oleh nilai  koefisien korelasi (R)  sebesar  0.702  atau  sebesar  70.2%.  Selanjutnya  koefisien  determinasi  (R2')  sebesar 0.493 yang berarti  bahwa sebesar 49.3% perubahan kinerja  karyawan dipengaruhi  oleh variabel  budaya organisasi,  gaya kepemimpinan,  dan  motivasi  kerja  sedangkan  sisanya sebesar  50.7%  dipengaruhi   oleh   variabel-variabel   lain   yang  tidak  digunakan  dalam penelitian ini.&#13;
Budaya organisasi. gaya kepemimpinan, dan motivasi  kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan, hal  ini ditunjukkan oleh persamaan regresi  linear berganda dimana nilai konstanta dalam  penelitian  ini  diperoleh  sebesar  13.412,  yang artinya kinerja  karyawan pada saat variabel  budaya organisasi. gaya kepemimpinan,  dan motivasi  kerja  belum ada&#13;
atau sama dengan nol  adalah  sebesar  13.412..  Koefisien  regresi  budaya organisasi, b1;  =&#13;
0.490,   yang  artinya   setiap   kenaikan  variabel   budaya  organisasi   sebesar   1 %   akan&#13;
meningkatkan  kinerja   karyawan  sebesar  49.0%  dengan  asumsi   variabel-variabel   lain dianggap tetap.  Koefisien  regresi  gaya kepemimpinan,  b2 =  -0.246,  yang artinya setiap penurunan gaya kepemimpinan  sebesar  1 %  akan meningkatkan  kinerja karyawan sebesar&#13;
24.6%  dan  setiap  kenaikan  gaya  kepemimpinan sebesar  1 %  akan  menurunkan kinerja karyawan  sebesar 24.6%  dengan asumsi  variabel-variabel  lain  dianggap tetap.  Koefisien regresi  motivasi  kerja,  b3, = 0.446, yang artinya setiap kenaikan motivasi  kerja sebesar  1 % akan meningkatkan kinerja karyawan sebesar 44.6% dengan asumsi variabel-variabel  lain dianggap  tetap.   Pengujian  secara  parsial  dilakukan  dengan  melihat  nilai  t hitung  untuk masing-masing  variabel  yaitu  t hitung   untuk variabel  budaya organisasi  diperoleh sebesar&#13;
4.481  dengan tingkat  signifikansi  sebesar 0.000.  t hitung  untuk  variabel  gaya kepemimpinan&#13;
diperoleh sebesar 2.194 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.032. dan t hitung untuk variabel motivasi  kerja diperoleh sebesar 4.219 dengan  tingkat signifikansi  sebesar 0.000 dengan tater  pada  level  of significant  0.05  adalah  sebesar  2.0032.  Pengujian  secara  simultan dilakukan  untuk  mengetahui   pengaruh  budaya  organisasi,   gaya  kepemimpinan,   dan motivasi   kerja   terhadap   kinerja  karyawan  dengan  melihat   nilai   F hitung.   F hitung   dalam penelitian ini  adalah sebesar  18.159,  sedangkan  F tabel  pada level of significant  0.05 adalah sebesar 2.7694. Jadi secara simultan budaya organisasi. gaya kepemimpinan, dan motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>PERFORMANCE RATING - PERSONNEL MANAGEMENT</topic>
 </subject>
 <classification>658.312 5</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>140415</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-11-08 15:13:11</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-11-08 15:17:32</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>