<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="140391">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH RASIO BUAH NENAS DENGAN PEPAYA DAN KONSENTRASI GULA TERHADAP MUTU  FRUIT LEATHER (SNACK BUAH-BUAHAN)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Henni Wahyuni</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2005</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Buah-buahan di Indonesia banyak sekali ragamnya, mulai dari&#13;
buah-buahan yang dapat dipanen sepanjang tahun (pisang, nenas), buah-buahan&#13;
musiman (mangga, durian) ataupun buah-buahan yang berasal dari dataran tinggi&#13;
Produksi buah nenas dan pepaya melimpah pada bulan-bulan tertentu, namun&#13;
pada bulan-bulan lainnya produksinya sangat sedikit, sehingga kebutuhan&#13;
konsumen tidak terpenuhi dengan baik. Buah nenas, pepaya, dan juga buah&#13;
lainnya merupakan komoditi yang mudah rusak atau busuk (perishable), sehingga&#13;
pada saat pancn berlimpah banyak buah-buah yang tcrbuang percuma atau harga&#13;
jual menurun. Sifat mudah rusak dan busuk inilah yang sering mengakibatkan&#13;
kerugian bagi petani atau pedagang buah-buahan.&#13;
Untuk memperoleh manfaat yang optimal dari buah-buahan, upaya&#13;
peningkatan produksi perlu diikuti dengan upaya diversifikasi pengolahan produk.&#13;
Salah satu bentuk olahan buah-buahan yang mempunyai nilai di pasar&#13;
internasional ialah bentuk olahan kering, seperti dalam bentuk fruit leather (snack &#13;
buah-buahan). Fruit leather adalah produk yang dibuat dari satu jenis atau&#13;
campuran beberapa macam buah yang dihancurkan dan dikeringkan yang&#13;
berbentuk lembaran tipis yang mempunyai konsistensi dan rasa khas, tergantung&#13;
dari jenis buah-buahan yang digunakan&#13;
Penggunaan macam-macam buah dan konsentrasi gula diduga akan&#13;
berpengaruh terhadap mutu fruit leather yang dihasilkan. Untuk itu dilakukan&#13;
penelitian yang bcrtujuan untuk mengetahui pengaru h rasio buah (nenas dengan&#13;
pepaya) dengan beberapa tingkat perbandingan yaitu L:l (Pl), 1:2 (P2), dan 2:1&#13;
(P3) dan konsentrasi gula 30% (G1), 40% (G2), dan 50% (G3) terhadap mutu&#13;
(kadar air, kadar gula, kadar vitamin C, dan uji organoleptik terhadap wama, rasa,&#13;
aroma serta tekstur) fruit leather yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan&#13;
Rancangan Acak Kelompok faktorial dengan 3 ulangan dan uji lanjut BNT untuk&#13;
perlak:uan yang membenikan pengaruh nyata. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Peranian, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah&#13;
kuala pada bulan November - Desember 2004. Bahan dan alat yang digunakan&#13;
pada penelitian ini adalah nenas, pepaya, gula, akuades, dan bahan kimia (natrium&#13;
metabisulfit, larutan iodium 0,0I N, dan etanol), pisau, blender, baskom dan oven.&#13;
Dari hasil penelitian diperoleh bahwa faktor rasio antara buah nenas&#13;
dengan pepaya berpengaruh sangat nyata terhadap kadar vitamin Cdan nilai&#13;
organoleptik aroma frut leather yang dihasilkan dan berpengaruh tidak nyata&#13;
untuk parameter yang lain. Konsentrasi gula yang ditambahkan berpengaruh&#13;
sangat nyata terhadap kadar air, kadar gula, nilai organoleptik rasa, dan nilai&#13;
organoleptik tekstur serta berpengaruh tidak nyata untuk parameter lain. Interaksi&#13;
antara kedua perlakuan berpengaruh tidak nyata untuk semua parameter&#13;
Rasio buah nenas dengan pepaya menghasilkan kadar vitamin Cyang&#13;
lebih tinggi. Hal ini diduga karena kadar vitamin C pada pepaya lebih besar&#13;
(78 mg/100 gr bahan) daripada nenas (24 mg/100 gr bahan). Pada rasio ini,&#13;
jumlah pepaya lebih besar (dua bagian) daripada nenas (satu bagian), namun pada&#13;
rasio ini dihasilkan aroma frunt leather yang kurang disukai (3,06). Untuk aroma L:2 &#13;
dari frut leather, panelis lebih menyukai (3,64) rasio antara buah nenas dengan pepaya 1:1 (Pl). &#13;
Semakin tinggi konsentrasi gula yang ditambahkan, maka kadar air dari &#13;
fruit leather semakin rendah dan teksturnya semakin keras. Hal ini diduga karena&#13;
adanya pengikatan air (air bebas) oleh gula. Untuk kadar gula terjadi peningkatan&#13;
seiring dengan konsentrasi gula yang ditambahkan. Penambahan gula dengan&#13;
konsentrasi 40% (G2) menghasilkan warna yang lebih disukai oleh panelis.&#13;
Dari hasil penelitian, perlakuan terbaik diperoleh pada rasio buah nenas&#13;
dengan pepaya l .2 dengan konsentrasi gula 40% (P2G2) karena pada kombinasi&#13;
tersebut dihasilkan fruit leather dengan rasa, aroma, dan tekstur yang cenderung&#13;
disukai panulis, dengan karakteristik kadar air 25.19%, kadar gula 40,67%, dan&#13;
kadar vitamin C 24,37mg/100 gr bahan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>FOOD TECHNOLOGY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>FRUITS - COMMERCIAL PRESERVATION</topic>
 </subject>
 <classification>663.63</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>140391</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-11-08 14:26:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-11-08 14:59:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>