<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="140385">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI PENGARUH FENOMENA EL NINO SOUTHERN OSCILLATION (ENSO) DAN INDIAN OCEAN DIPOLE (IOD) TERHADAP CURAH HUJAN DI WILAYAH ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Miftahul Jannah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Fisika</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Proses interaksi antara atmosfer dan lautan yang terjadi di Samudera Pasifik dan Samudera Hindia memiliki dampak besar pada kondisi iklim dan cuaca di Indonesia. Fenomena yang muncul akibat interaksi ini dikenal sebagai El Nino - Southern Oscillation (ENSO). Selain ENSO, terdapat mekanisme lain yang juga berdampak pada perubahan cuaca dan iklim di Indonesia, salah satunya adalah Indian Ocean Dipole (IOD). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh ENSO dan IOD terhadap curah hujan di wilayah Aceh. Data yang digunakan adalah data curah hujan CHIRPS dengan lokasi empat stasiun meteorologi dan satu stasiun klimatologi di Aceh, data indeks IOD dan data indeks ENSO. Pengolahan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Grid Analysis and Display System (GrADS) dan Spreadsheet untuk data curah hujan CHIRPS, dilanjutkan dengan pengolahan data indeks ENSO dan indeks IOD dengan menggunakan perangkat lunak Spreadsheet. Hasil analisis menunjukkan bahwa fenomena ENSO memiliki waktu kejadian yang lebih lama dibandingkan dengan fenomena IOD. ENSO lebih berpengaruh terhadap curah hujan di wilayah Aceh dibandingkan dengan IOD, terutama La Nina yang memiliki korelasi lemah hingga sedang. Fenomena IOD negatif dan El Nino memiliki pengaruh pada beberapa titik pengamatan, namun ada stasiun yang tidak menunjukkan korelasi antara curah hujan dan indeks. Sedangkan fenomena IOD positif berkorelasi kuat negatif dengan curah hujan pada stasiun observasi, yang menunjukkan IOD positif tidak memiliki pengaruh pada wilayah Aceh. &#13;
&#13;
Kata kunci : ENSO, IOD, curah hujan, Aceh&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>140385</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-11-08 12:01:29</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-11-08 14:17:25</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>