<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="14038">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH  ASAM  SUNTI  BELIMBING WULUH (AVERRHOA BILIMBI) TERHADAP PERTUMBUHAN CANDIDA ALBICANS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MULYAYUNINA RAHMAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteraan Gigi</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Nama	:  Mulyayunina Rahmah&#13;
Program Studi	:  Kedokteran Gigi&#13;
Judul	:	Pengaruh Asam Sunti Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi) Terhadap Pertumbuhan Candida albicans.&#13;
&#13;
&#13;
Kandidiasis oral adalah infeksi superfisial pada mulut yang disebabkan oleh jamur dari jenis Kandida. Candida albicans merupakan yang paling patogen dari semua spesies Kandida dan merupakan etiologi utama kandidiasis oral. Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) memiliki beberapa kandungan kimia yang bersifat antijamur dan memiliki nilai pH rendah. Di Aceh belimbing wuluh diolah menjadi asam sunti untuk bumbu masakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh asam sunti terhadap pertumbuhan C. albicans. Candida albicans  yang telah dikultur di media SDA, diidentifikasi kemudian dilakukan uji pengaruh dengan perasan asam sunti, inkubasi selama 18-48 jam pada suhu 370 C, lalu pertumbuhan koloni C. albicans dihitung menggunakan colony counter. Data dianalisis menggunakan ANAVA, yang dilanjutkan dengan dilanjutkan dengan uji Least Significance Difference (LSD) dengan p &lt; 0.05 . Pertumbuhan koloni terendah diperoleh pada konsentrasi 100% dengan pH 1, sedangkan pertumbuhan koloni terbanyak diperoleh pada konsentrasi 0% dengan pH 8. Hasil LSD menunjukkan konsentrasi 0% memiliki perbedaan bermakna dengan konsentrasi 6.25%, 12.5%, 25%, 50%, dan 100%. Walaupun demikian, tidak terdapat perbedaan signifikan antara konsentrasi 6.25%, 12.5%, 25%, 50%, dan 100%, hal ini disebabkan oleh ion kasium yang terkandung di dalam asam sunti. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa asam sunti dapat mempengaruhi pertumbuhan C. albicans.&#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci :  Candida albicans, asam sunti, belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi)&#13;
&#13;
</note>
 <subject authority="">
  <topic>MEDICINAL PLANTS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ORAL HYGIENE - DENTISTRY</topic>
 </subject>
 <classification>617.601</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>14038</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-06-01 15:46:32</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-09-21 16:13:35</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>