BALANCED SCORECARD SEBAGAI PENGUKURAN KINERJA MASA DEPAN (STUDI KASUS PADA PT. PLN (PERSERO) WILAYAH I NAD) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

BALANCED SCORECARD SEBAGAI PENGUKURAN KINERJA MASA DEPAN (STUDI KASUS PADA PT. PLN (PERSERO) WILAYAH I NAD)


Pengarang

Rismadi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0111310097

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Akuntansi (S1) / PDDIKTI : 62201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ekonomi., 2008

Bahasa

Indonesia

No Classification

658.151 1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penilaian kinerja merupakan hal yang esensial bagi perusahan Untuk
memenangkan persaingan global yang semakin ketat ini, kinerja sebuah organisasi
haruslah mencerminkan peningkatan dari satu periode ke periode berikutnya.Dewasa
ini pengukuran kinerja secara finansial tidaklah cukup mencerminkan kinerja
organisasi sesungguhnya, sehingga dikembangkan suatu konsep Balanced Scorecard.
Konsep Balanced Scorecard mengukur kinerja suatu organisasi dari empat perspektif
yaitu perspektif finansial. perspektif customer, perspektif proses bisnis internal,
perspektif pertumbuhan dan pembelajaran Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui sistem pengukuran kinerja yang selama ini diterapkan oleh PT, PLN (Persero)
Wilayah I NAD dan untuk mengetahui bagaimana penerapan Balanced Scorecard
sebagai suatu sistem pengukuran kinerja pada PT. PLN (Persero) Wilayah I NAD
Lokasi penelitian ini dilakukan Dada PT PLN (Persero) Wilayah I NAD dan
yang menjadi objek penelitian ini adalah karyawan dan pelanggan PT (Persero) yang
berada dikota Banda Aceh, dengan jumlah responden sebanyak 100 orang dari
pelanggan dan 50 orang dari kelompok karyawan Hasil uji F (secara simultan) diperoleh
nilai F% sebesa 49 376, sedangkan Fa,a pada tingkat signifikansi z = 5%
adalah sebesar 2 515 Hal ini memperlihatkan
bahwa Fa > Fasa, dengan tingkat signifikansi 0.000. Hasil perhitungan ini dapat di
ambil suatu kesmmpulan bahwa menerima hipotesis alternatif dan menolak hipotesis
nol, artinya bahwa variabel perspektif finansial (I), Perspektif Customer (x2).
Perspektif Proses Bisnis Internal (x3). Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran (x4)
secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kinerja
karyawan PT. PLN (Persero) Wilayah NAD Secara parsial ternyata variabel perspektif
finansial dan Perspektif Customer mempurai pengaruh dominan dalam mengukur kinerja
karyawan PT PLN (Persero) Wilayah NAD karena diperoleh koefisien regresi masing-masing
sebesar 13.2% dan 12.6%

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK