<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="140321">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI RISIKO PEKERJAAN TAMBAH-KURANG (CHANGE ORDER) PADA PROYEK BANGUNAN GEDUNG DI BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sri Wahyuni</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2008</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pekerjaan tambah kurang (change order) merupakan perubahan lingkup&#13;
proyek setelah kontrak ditanda tangani, Perubahan tersebut umumnya berupa&#13;
penambahan dan atau pengurangan lingkup proyek di mana suatu proyek&#13;
konstruksi terutama yang besar dan kompleks akan selalu mengalami perubahan.&#13;
Seringnya terjadi perubahan pekerjaan tambah kurng pada proyek konstruksi&#13;
sehingga tidak tercapainya sasaran proyek. Adapun penyebab change order yaitu&#13;
perencanaan kurang baik, keadaan tak terduga, perubahan desain, perubahan &#13;
ruang lingkup dan perubahan spesifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk &#13;
mengidentifikasi risiko pekerjaan tambah kurang pada bangunan gedung. Data&#13;
yang dikumpulkan adalah data primer yang didapat dari penyebaran kuisioner&#13;
kepada owner, kontraktor dan konsultan yang pernah atau sedang melaksanakan&#13;
proyek konstruksi bangunan gedung di Banda Aceh dari tahun anggaran 2007­&#13;
2008 pada IO proyck konstruksi gedung dengan 30 responden. Pengolahan data&#13;
dilakukan dengan uji deskriptif untuk melihat rata-rata dan peringkat dari&#13;
parameter yang teridentifikasi. Dari analisis tersebut diuji reliabilitas untuk&#13;
mengetahui valid tidaknya variabel data isian yang diterima dari responden. Serta&#13;
menguji variansi untuk melihat perbedaan signifikan bilangan rerata (mean). Dari&#13;
Analisa variansi menunjukkan bahwa ada 5 faktor utama yang berisiko&#13;
menyebabkan terjadinya pekerjaan tambah kurang, yaitu perencanaan kurang&#13;
baik, keadaan tak terduga, perubahan desain, perubahan ruang lingkup dan&#13;
perubahan spesifikasi. Perubahan desain merupakan penyebab pekerjaan tambah&#13;
kurang dengan nilai mean sebesar 3,689. Adapun risiko yang terjadi pada&#13;
pekerjaan tambah kurang pada pclaksanaan proyek konstruksi adalah penambahan&#13;
biaya proyek, disamping itu ada juga penambahan lain dari segi kualitas dan&#13;
waktu pelaksanaan. &#13;
&#13;
Kata Kunci : risiko. tambah kurang (change order), proyek, gedung.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>140321</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-11-08 09:38:01</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-11-08 09:38:01</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>