Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
OPTIMASI PEROLEHAN GLUKOSA DARI ALANG-ALANG (IMPERATA CYLINDRICA) SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIOETANOL DENGAN MENGGUNAKAN ENZIM SELULASE
Pengarang
Yuliana Afrida - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0605105010017
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala., 2010
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
RINGKASAN
Minyak bumi adalah sumber energi yang tidak dapat diperbaharui dan akan babis suatu saat nanti. Alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap minyak bumi adalah dengan cara mengembangkan surnber energi altematif yang dapat diperbaharui yaitu bioetanol. Bioetanol adalah etanol (alkohol) yang terbuat dari tanaman berbasis gula, pati, dan tanaman lignoselulosa. Namun biomassa berbasispati dan gula umumnya dimanfaatkan sebagai makanan sehingga pemanfaatannya sebagai bahan baku bioetanol dapat mengganggu penyediaan makanan. Oleh karena itu, pemanfaatan biomassa berbasis lignoselulosa perlu dikembangkan. Contoh biomassa berbasis lignoselulosa adalah kayu, jerami, alang-alang dan lain sebagainya. Salah satu tanaman yang dapat diproses menjadi bioetanol adalah alang-alang (Imperato cylindrica). Alang-alang mengandung 49% selulosa yang dapat dihidrolisisoleh enzim menjadi glukosa yang selanjutnya dapat diubah menjadi bioetanol. Menurut Imam Wiguna (2007) jumlah glukosa maksimal yang dibutuhkan untuk fennentasi pembuatan bioetanol antara 17- 18 %, sehingga perlu dilakukan optimasi perolehan glukosa agar diperoleh glukosa yang optimum. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan perolehan glukosa dari alang-alang dengan bantuan enzim selulase. Proses enzimatis memiliki beberapa keuntungan, yakni konversi lebih tinggi, menghasilkan produk samping yang minimal, dan kebutuhan energi lebih rendah. Faktor yang digunakan pada penelitian ini adalah konsentrasi substrat (selulosa dari biomassa alang-alang) dan lama inkubasi. Konsentrasi substrat yang digunakan adalah 2,5 g, 5 g,7,5 g, 10 g, 15 g, 20 g, dan 25. lnkubasi dilakukan dengan menggunakan inkubator dengan suhu konstan yaitu 37C selama 2 jam, 4 jam, 6 jam, 8 jam hingga 74 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa glukosa tertinggi yang dihasilkan sebesar 535 mg/di, yaitu dengan substrat 15 g selama 26 jam. Pada 15 g substrat basah setara dengan 6 g substrat kering, perbandingan selulosa dengan enzim yang digunakan adalah 3 : 30 mg dalam 100 ml larutan inokulum. Semakin lama waktu inkubasi, maka semakin tinggi glukosa yang dihasilkan hingga diperoleh glukosa optimum. Berdasarkan hasil analisis, pH larutan inokulum mengalami penurunan selama inkubasi, hal ini yang menyebabkan enzim selulase tidak dapat beraktivitas lagi.
Tidak Tersedia Deskripsi
OPTIMASI PEROLEHAN GLUKOSA DARI ALANG-ALANG (IMPERATA CYLINDRICA) SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIOETANOL DENGAN MENGGUNAKAN ENZIM SELULASE (Yuliana Afrida, 2024)
OPTIMASI PEROLEHAN GLUKOSA SEBAGAI BAHAN BAKU BIOETANOL DARI ALANG-ALANG (IMPERATA CYLINDRICA) MENGGUNAKAN ENZIM SELULASE DENGAN VARIASI UKURAN PARTIKEL SUBSTRAT DAN PH (YUZA ARFIANSYAH, 2021)
UJI EFEK IMUNOSTIMULAN EKSTRAK RIMPANG ALANG-ALANG (IMPERATA CYLINDRICA) TERHADAP PENINGKATAN SEL-SEL IMUN PADA MENCIT JANTAN (MUS MUSCULUS) (Fajar Muliani, 2015)
PENGHILANGAN ZAT WARNA METILEN BIRU MENGGUNAKAN SELULOSA DARI ALANG-ALANG (IMPERATA CYLINDRICA) TERMODIFIKASI GLUTAMIN (AGNES AMELIA TANJUNG, 2024)
PEMBUATAN KOMPOSIT KITOSAN/SELILOSA/TIO2 UNTUK PENGURANGAN KADAR ZAT WARNA METANIL YELLOW DALAM AIR (NURRADHIAH AZ-ZAHRA, 2019)