<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="140239">
 <titleInfo>
  <title>EKSPLORASI BAKTERI ENDOFIT ASAL TANAMAN KOPI DAN POTENSINYA SEBAGAI AGENS ANTAGONIS TERHADAP PENYAKIT JAMUR AKAR PUTIH PADA KOPI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ABDUL RAZAK</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Proteksi Tanaman</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tanaman kopi (Coffea sp) adalah salah satu tanaman yang penting bagi perekonomian &#13;
karena dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan devisa negara. &#13;
Menurut data dari Distanbun Aceh 2021, produksi kopi di Aceh mencapai 67,372 ton dan &#13;
mengalami penurunan pada tahun 2022 yaitu 64,247 ton. Penurunan jumlah produksi ini &#13;
disebabkan oleh permasalahan seperti infeksi penyakit yang berdampak pada hasil produksi &#13;
kopi. Salah satu penyakit yang menginfeksi tanaman kopi yaitu penyakit jamur akar putih &#13;
yang dapat membuat produksi tanaman kopi menurun. Penyakit jamur akar putih (white root &#13;
disease) merupakan penyakit utama pada beberapa tanaman perkebunan seperti karet, pala, &#13;
kopi. Kehilangan yang disebabkan penyakit tersebut dapat mencapai 70% pada pala dan 3-&#13;
15% karet. oleh sebab itu penyakit ini perlu dikendalikan. Petani kopi saat ini sering &#13;
menggunakan pestisida kimia sintetik akan tetapi dampak negatif yang ditimbulkan sangat &#13;
berbahaya baik terhadap manusia maupun lingkungan. Sehingga diperlukan teknik &#13;
pengendalian yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan agens hayati seperti bakteri &#13;
endofit. Peneltian ini bertujuan mengeksplorasi serta menguji potensi bakteri endofit asal &#13;
kopi sebagai agens antagonis terhadap penyebab penyakit jamur akar putih pada kopi in &#13;
vitro. &#13;
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Penyakit Tumbuhan, Fakultas &#13;
Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, dimulai sejak Bulan desember 2023&#13;
sampai Agustus 2024. Sampel diambil dari kebun kopi rakyat Aceh Tengah, terdiri dari akar, &#13;
ranting dan daun. Isolasi bakteri endofit ditumbuhkan pada media NA, sedangkan isolasi &#13;
JAP pada media PDA dan dilakukan karakterisasi bakteri endofit serta patogen secara &#13;
makroskopis dan mikroskopis, kemudian dilakukan uji dual culture terhadap Rigidoporus&#13;
sp. dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non-faktorial 7 perlakuan dan 4 &#13;
ulangan, sehingga diperoleh 56 unit percobaan. Diamati juga mekanisme daya hambat &#13;
bakteri endofit dalam menekan Rigidoporus sp.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat 17 isolat bakteri endofit berhasil diisolasi &#13;
dari tanaman kopi, dengan 9 isolat berasal dari akar, 4 isolat dari ranting, dan 4 isolat dari &#13;
daun. Setelah dilakukan uji patogenisitas pada tanaman tembakau, 10 isolat menunjukkan &#13;
gejala nekrotik pada daun tembakau menandakan isolat tersebut bersifat patogen, sedangkan &#13;
7 isolat tidak menunjukkan gejala nekrotik berarti non patogen/endofit. Pada uji dual culture &#13;
terdapat 2 Isolat bakteri endofit yang berhasil menekan pertumbuhan JAP dan memiliki &#13;
persentase daya hambat di atas 50% yaitu kode isolat D3 66.92 % dan D4 75,00%. &#13;
Mekanisme bakteri endofit dalam menekan pertumbuhan JAP antara lain antibiosis dan &#13;
kompetisi ruang. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>140239</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-11-07 10:34:06</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-11-08 08:25:43</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>