<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="140217">
 <titleInfo>
  <title>PROFIL   MEDIUM   CHAIN  FATTY  ACID (MCFA)  PADA MINYAK  KELAPA  (VCO, SIMPLAH,  PLIEK U, KOPRA)  DAN  MINYAK SAWIT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Alfia  Nursukma</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kelapa  (Cocos nucifera) memiliki   peran  yang  strategis  bagi  masyarakat Indonesia,  bahkan  termasuk  komoditas  sosial,  mengingat  produknya  merupakan salah  satu  dari  sembilan  bahan  pokok  masyarakat.  Permasalahan  dalam pengembangan minyak  kelapa adalah  tingginya  asam  lemak jenuh   rantai panjang pada  minyak  kelapa.  Minyak  kelapa  sebenarnya   memiliki  kelebihan  yaitu  50% asam  lemak  pada  minyak  kelapa  adalah  asam  laurat  (C 12)  dan  7% adalah  asam kaprat (C10).&#13;
Asam   lemak  dalam   minyak   kelapa   banyak   mengandung  asam   lemak rantai  sedang  yang  disebut  MCFA  (Medium  Chain Fatty Acid)  yang  berfungsi memperbaiki   asam   lemak  tubuh  secara   sinergis   dengan   asam   lemak  esensial. MCT  (Medium Chain Triglycerides)   adalah  lipida terstruktur  yaitu  suatu  lemak yang struktur kandungannya telah termodifikasi sedemikian  rupa sehingga menghasilkan   suatu jenis lemak baru  yang  hampir  seluruhnya  asam  lemak jenuh berantai sedang  (MCFA).  Kandungan  utama  MCT adalah  asam  kaprilat  (C8) dan asam kaprat (CI0) yang merupakan  asam  lemak  fungsional.&#13;
Tujuan dari  penelitian  ini  adalah  untuk  menentukan  profil  Medium Chain&#13;
Fatty Acids  (MCFA)  pada  min yak  kelapa  (VCO,  simplah,  pliek  u,  kopra)  dan minyak  sawit.  Penelitian   ini  dilaksanakan   untuk  menentukan   profit  MCFA  dan sifat kimia  pada  minyak  kelapa  dan minyak  sawit.  Faktor  yang  digunakan  dalam penelitian   ini  adalah  minyak  kelapa  (  VCO,  minyak  simplah,  minyak    pliek  u, minyak   dari  kopra),   dan  minyak   sawit.   Parameter   yang  akan  diamati  adalah komposisi  asam  lemak,  kadar  air,  kadar  asam  lemak  bebas,  bilangan  peroksida, dan bilangan  iod.&#13;
Hasil  penelitian  menunjukkan bahwa  profil  MCFA dari  berbagai  minyak kelapa  hampir  sama,  walaupun   proses   pembuatannya   berbeda-beda.  Ternyata profil   MCFA   dari   berbagai   minyak   kelapa   hampir   sama,   walaupun   proses pembuatannya   berbeda-beda.  Kandungan  total  MCFA  asam  kaproat  (c6),  asam &#13;
kaprilat  (C8), asam  kaprat  (C10), dan  asam  laurat (C12) dari  minyak  kelapa,  baik dari   VCO  sebesar   61.68%,   minyak  simplah   sebesar   55.55%,   minyak  pliek   u&#13;
54.91%, dan minyak klentik sebesar 60.34%.&#13;
&#13;
Hasil  penelitian   menunjukkan  bahwa  metode  pengolahan   dari  masing- masing  minyak  kelapa  dan  sawit  berpengaruh   terhadap   hasil  kadar  air,  asarn lemak  bebas,  bilangan   iod,  dan  bilangan  peroksida.  Tingginya   kadar  air  pada simplah   dan  pliek   u  disebabkan   oleh  perbedaan   metode   pembuatannya   dan melibatkan    fermentasi    dan    pengepresan    yang    diduga    karena    pada    saat pengepresan   kandungan  air  yang  masih  ada  pada  padatan  kelapa  terfermentasi keluar.  Proses  fermentasi  dan  penjemuran  pada  pembuatan  minyak  simplah  dan pliek  u menyebabkan   asam  lemak  bebas  yang  tinggi  pada  minyak  simplah  dan pliek  u.  Semakin  lama  waktu  fermentasi  maka semakin tinggi  asam  lemak  bebas yang   dihasilkan.Tingginya   bilangan   peroksida   yang   dihasilkan   pada   minyak simplah  diduga  karena  proses  fermentasi  alami  yang  menurnbuhkan mikroorganisme    pengurai    lemak   dan   pengoksidasi   asam    lemak.    Bilangan peroksida lebih meningkat pada minyak pliek u karena proses oksidasi selama penjemuran pliek  u.&#13;
Minyak  kelapa  yang  dihasilkan  pada  penelitian  ini  telah  memenuhi  SNI (01-2904-1 992)   dan   SNI   minyak   sawit   (01-2901-1992).   Perlakuan    terbaik diperoleh dari  VCO 11 dengan kadar air sebesar 0,20%, asam lemak  bebas (FFA)&#13;
0,22%, bilangan  iod  8,17%, dan bilangan peroksida 0,96 mg O2/g contoh.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>140217</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-11-06 16:31:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-11-06 16:31:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>