Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
FAKTOR-FAKTOR RISIKO FISKAL DALAM PENGANGGARAN DAERAH (STUDI PADA PEMERINTAHAN ACEH)
Pengarang
Dhesi Junina Eka Putri - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0601103020073
Fakultas & Prodi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Akuntansi (S1) / PDDIKTI : 62201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Ekonomi., 2011
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor risiko fiskal dalam penganggaran daerah di Pemerintahan Aceh. Secara teoritis, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi Pemerintahan Aceh untuk dapat melakukan segala hal yang membantu mengurangi risiko fiskal dalam penganggaran daerah pemerintahan Aceh Data yang digunakan diperoleh melalui penelitian lapangan (field research) yaitu melalui penyebaran kuesioner untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial tertentu, yang telah ditetapkan secara spesifik oleh peneliti. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh para pejabat yang terlibat dalam proses keuangan, baik yang menyusun (SKPA) dan yang mengesahkan anggaran (DPRA). Hasil pengujian menghasilkan 11 (sebelas) faktor yang direduksi dari 32 item variabel dan memiliki nilai loading 0,5 yang terdiri dari 4 (empat) sumber risiko dari faktor regulasi dan mekanisme dalam penganggaran daerah, ada yaitu: faktor sinkronisasi dokumen APBD dengan KUA dan, faktor penerapan manajemen risiko di pemerintah daerah, perubahan dalam regulasi system penganggaran dan fiscal stress yang terkait dengan pertimbangan surplus dan mata deficit anggaran; 3 (tiga) sumber risiko dari faktor Politik dalam penganggaran daerah, ada yaitu: factor keunggulan kekuasaan (discretionary power) dan perilaku opportunistik oknum legislatif serta faktor hubungan eksekutif dan legislatif (terkait mekanisme perumusan dan pembahasan APBD); Dan 4 {empat) sumber risiko dari factor perilaku oportunistik dan moral hazard dalam penganggaran, ada yaitu: faktor perilaku opportunistik oknum penyusun anggaran, faktor moral hazard perencana dan pengusul anggaran, faktor manajemen organisasi publik terkait kejelasan tanggung jawab, kewenangan dan fungsi serta potensi timbulnya fraud dalam proses penyusunan anggaran
Kata Kunci: Faktor, Regulasi dan Mekanisme, Politik, Perilaku Oportunistik, moral hazard, Penganggaran Daerah
Tidak Tersedia Deskripsi
THE EFFECT OF GENERAL ALLOCATION FUNDS, SPECIAL ALLOCATION FUNDS AND LOCAL TAXES ON REGIONAL FISCAL CAPACITY IN INDONESIA (SYIFA MAULANA, 2026)
ANALISIS KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH SEBELUM DAN SESUDAH DITERAPKANNYA OTONOMI DAERAH PADA KABUPATEN/KOTA DI PEMERINTAHAN ACEH (Ridha Mutia, 2020)
DISASTER RISK FINANCING AND INSURANCE: EXPLORING THE ROLE OF RISK MANAGEMENT AND FISCAL CAPACITY IN DISASTER-AFFECTED REGIONS (WANTI ANA YUMNA, 2026)
THE EFFECT OF SILPA/SIKPA, FISCAL CAPACITY, BUDGET AMOUNT, AUDIT QUALITY ON CREATIVE ACCOUNTING IN LOCAL GOVERNMENT OF ACEH (AFDHALUL RIZQI MUHAMMAD, 2025)
ANALISIS EFEKTIVITAS PENGANGGARAN DAERAH PADA KOTA LHOKSEUMAWE (KAILA INDIRA BALQIS, 2015)