<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="140195">
 <titleInfo>
  <title>FAKTOR-FAKTOR RISIKO FISKAL DALAM PENGANGGARAN DAERAH (STUDI PADA PEMERINTAHAN ACEH)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dhesi Junina Eka Putri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ekonomi</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
 Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor risiko fiskal dalam penganggaran daerah di Pemerintahan Aceh. Secara teoritis, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi Pemerintahan Aceh untuk dapat melakukan segala hal yang membantu mengurangi risiko fiskal dalam penganggaran daerah pemerintahan Aceh  Data yang digunakan diperoleh melalui penelitian lapangan (field research) yaitu melalui penyebaran kuesioner untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial tertentu, yang telah ditetapkan secara spesifik oleh peneliti. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh para pejabat yang terlibat dalam proses  keuangan, baik yang menyusun (SKPA) dan yang mengesahkan anggaran (DPRA).  Hasil pengujian menghasilkan 11 (sebelas) faktor yang direduksi dari 32 item variabel dan memiliki nilai loading 0,5 yang terdiri dari 4 (empat) sumber risiko dari faktor regulasi dan mekanisme dalam penganggaran daerah, ada yaitu: faktor sinkronisasi dokumen APBD dengan KUA dan, faktor penerapan manajemen risiko di pemerintah daerah, perubahan dalam regulasi system penganggaran dan fiscal stress yang terkait dengan pertimbangan surplus dan  mata  deficit  anggaran; 3 (tiga) sumber risiko dari faktor Politik dalam penganggaran daerah,  ada yaitu: factor keunggulan kekuasaan (discretionary power) dan perilaku opportunistik oknum legislatif serta faktor hubungan eksekutif dan legislatif (terkait mekanisme perumusan  dan pembahasan APBD); Dan 4 {empat) sumber risiko dari factor perilaku oportunistik  dan  moral hazard dalam penganggaran, ada yaitu: faktor perilaku opportunistik oknum penyusun anggaran, faktor moral hazard perencana dan pengusul anggaran, faktor manajemen organisasi publik terkait kejelasan tanggung jawab, kewenangan dan fungsi serta potensi timbulnya fraud dalam proses penyusunan anggaran &#13;
 Kata Kunci: Faktor, Regulasi dan Mekanisme, Politik, Perilaku Oportunistik, moral hazard,  Penganggaran Daerah &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>140195</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-11-06 15:31:19</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-11-06 15:31:19</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>