PENGARUH RASIO TULANGAN SENGKANG TERHADAP DAKTILITAS BALOK BETON BERTULANG PADA PERENCANAAN GEDUNG RENTAL OFFICE BERTINGKAT SEPULUH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH RASIO TULANGAN SENGKANG TERHADAP DAKTILITAS BALOK BETON BERTULANG PADA PERENCANAAN GEDUNG RENTAL OFFICE BERTINGKAT SEPULUH


Pengarang

Erlita - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0141110038

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik Univesitas Syiah Kuala., 2006

Bahasa

Indonesia

No Classification

693.54

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Perencanaan ini bertujuan untuk merencanakan struktur gedung rental office bertingkat sepuluh. Perencanaan hanya dilakukan terhadap konstruksi bagian atas (super structure) dengan menggunakan program SAP2000. Ruang lingkup perencanaan meliputi perencanaan dimensi dan penulangan dari struktur utama gedung rental office dan analisis daktilitas balok tidak terkekang (unconfined beam) dan balok terkekang (confined beam). Analisis daktihitas dilakukan terhadap balok­balok portal As 7 - ABCDEFGH yang mempunyai dimensi balok yang sama yaitu30/60 em Balok-balok pada portal As 7 - ABCDEFGH tersebut dibatasi menjadi lima pipe balok berdasarkan luas tulangan tanik dan luas tulangan tekan yang didapat dant hasil perhitungan menggunakan program SAP2000. Balok tipe A adalah balok dengan luas tulangan tarik 3039,520 mm dan luas tulangan tekan 2279,640 m, balok tipe B adalah balok dengan luas tulangan tarik 3039,520 mm dan luas tulangan tekan 1899,700 mm, balok tipe C adalah balok dengan luas tulangan tarik 2279,640 mm dan luas tulangan tekan 1519,760 mm, balok tipe D adalah balok dengan luas % tulangan tarik 2279,640 mm dan luas tulangan tekan 1139,820 mm, sedangkan , • balok tipe E adalah balok dengan luas tulangan tarik 1899,700 mm dan luas tulangan tekan 759,880 mm Pada balok tidak terkekang daktilitas dihitung dengan mengabaikan pengaruh kekangan yang ada pada balok (p = 0), sedangkan balok terkekang dihitung berdasarkan pengaruh rasio tulangan sengkang Daktilitas pada balok tidak terkekang dipengaruhi oleh nilai d.d,p p' dan a, daktilitas pada balok terkekang dipengaruhi oleh rasio tulangan sengkang Rasio tulangan sengkang dipengaruhi oleh luas tulangan sengkang, jarak tulangan sengkang dan lebar balok Semakin rapat jarak tulangan sengkang maka rasio tulangan sengkang yang dihasilkan pada penampang balok akan semakin besar Semakin besar rasio tulangan sengkang, maka balok akan semakin terkekang Hasil daktilitas yang diperoleh pada setiap tipe balok menunjukkan bahwa semakin rapat jarak tulangan sengkang maka daktilitas yang timbul semakin besar Rasio daktilitas yang terjadi pada balokterkekang dibandingkan terhadap balok tidak terkekang (p 0) pada balok tipe A meningkat 1,155 sampai 1,175, pada balok tipe B meningkat 1,155 sampai 1,169,pada balok tipe C meningkat 1,I46 sampai I,006, pada balok tipe D meningkat I,I55sampai 1,006, sedangkan pada baloktipe E meningkat 1,I3l sampai 1,006

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK