<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="139985">
 <titleInfo>
  <title>PENGHILANGAN BAU PRENGUS (GOATY) PADA SUSU KAMBING PASTEURISASI PETERNAKAN  ETAWAH DENGAN PENAMBAHAN ANEKA REMPAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ema Fajri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Susu  kambing  biasanya  memberikan  aroma   prengus  (goaty).  Selain  itu, aroma susu kambing juga dipengaruhi oleh sebab fisiologis serta mudah menyerap flavor asing dari sekitarnya. Salah satu tempat peterakan kambing perah ini yaitu&#13;
UD.  Atjeh live stock farm  yang menghasilkan   susu  perahan rata-rata  sebanyak  5 liter  susu per  hari.  Akan  tetapi,  susu  kambing  yang   diperoleh  hanya  diolah menjadi   susu  pasteurisasi   dan  kurang  diminati  oleh  konsumen karena  bau  khas dari kambing tersebut.  Untuk  itu,  perlu  dilakukan  penambahan aneka rempah. Pada  penelitian  ini aneka  rempah  yang digunakan  yaitu  cengkeh, kayu manis, kapulaga    dan   pala   dengan    berbagai   variasi    persentase    untuk   mendapatkan formulasi  yang  tepat  dalam  menghilangkan  bau  prengus  (goaty)  pada susu kambing.  Analisis  statistik  yang digunakan terhadap   14 sampel  diulang  sebanyak dua kali.  Pengujian organoleptik meliputi  warna,  aroma, rasa dan penampakan. Berdasarkan  hasil  metode  rangking  dari pengujian organoleptik  yang   telah dilakukan,  maka kombinasi   perlakuan terbaik  yaitu  Sampel   1   (cengkeh  0,1  %, kayu manis 0.1  %,  kapulaga 0.1  %, pala 0.1  %) yang menghasilkan organoleptik warna dengan skala 2 (bagus), rasa dengan skala 1  (sangat  bagus), aroma  dengan skala 1  (sangat  bagus), dan penampakan dengan  skala 3 (sedang).  Hasil terbaik yang dianalisis  menunjukkan  bahwa kadar air (57.42  %) begitu  pula untuk  kadar protein (6.42 %); kadar lemak (4.25 %) namun kadar abu (0.01%), total cell count (1.2 x 10 4 CFU/ ml).&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>139985</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-11-04 17:02:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-11-04 17:02:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>