<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="139945">
 <titleInfo>
  <title>DAMPAK  PENAMBAHAN KOTORAN TERNAK TERHADAP LAJU ALIRAN PERMUKAAN DAN EROSI  TANAH PADA BEBERAPA KEMIRINGAN TANAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fakhrurrazi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pengusahaan lahan untuk tujuan pertanian yang kurang mengindahkan &#13;
aspek lingkungan akan meningkatkan erosi  yang pada akirnya akan meningkatkan&#13;
potensi terbentuknya lahan kritis. Usaha pengawetan tanah dan air dapat&#13;
dilakukan dengan penggunaan tanah sesuai dengan kemampuannya. Kegiatan &#13;
konservasi di lahan kritis merupakan   langkah konstruktif yang dapat &#13;
meningkatkan fungsi lahan untuk berproduksi sehingga potensinya dapat&#13;
dioptimalkan kembali. Salah satu kegiatan konservasi dalam mengindahkan erosi&#13;
tanah yaitu dengan adanya penambahan kotoran ternak untuk meningkatkan&#13;
kandungan bahan organik tanah yang sangat penting untuk kesuburan tanah dan&#13;
mampu perbaikan sifat fisik tanah&#13;
               Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak penambahan&#13;
kotoran ternak terhadap laju aliran permukaan dan tingkat erosi tanah yang&#13;
disimulasikan pada beberapa tingkat kemiringan tanah dengan menggunakan &#13;
Rainfall simulator. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Fisika Tanah,&#13;
Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini&#13;
berlangsung pada bulan Maret 2010 sampai April 2010.&#13;
               Perangkat Rainfall Simulator terdiri dari plot rainfall yang berbentuk&#13;
trapesium dengan luas 0,06 m'. Dalam penelitian ini kotoran ternak dengan berat&#13;
0 gr. 150 gr, 300 gr. dan 500 gr dicampur ke dalam tanah yang akan dimasukkan&#13;
ke dalam masing-masing plot untuk kemudian disimulasikan pada beberapa&#13;
tingkat kemiringan yaitu 10 %, 20 %, 30 % dan 40 %. Adapun parameter yang&#13;
diamati adalah volume aliran pennukaan yang yang tertampung pada kolektor&#13;
/penampung selama I5 menit. Besarnya erosi dihitung dengan menimbang tanah&#13;
yang terangkut akibat aliran permukaan berdasarkan berat kering serta pengaruh&#13;
penambahan kotoran ternak terhadap bahan organik tanah terhadap limpasan&#13;
permukaan dan erosi yang terjadi.&#13;
               Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar pemberian kotoran&#13;
ternak pada tanah maka semakin kecil aliran permukaan yang terjadi, dimana&#13;
persentase pengurangan limpasan permukaan terkecil adalah pada pemberian&#13;
kotoran ternak sebesar 500 gr yang mampu mengurangi limpasan permukaan&#13;
sebesar 38,87 %. Pengaruh penambahan kotoran ternak terhadap erosi yaitu&#13;
semakin besar pemberian kotoran ternak maka semakin kecil erosi yang terjadi.&#13;
               Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penambahan kotoran ternak sebesar&#13;
500 gr dapat memperkecil tingkat erosi yang terjadi sebesar 59,10 %.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin curamnya suatu lereng pada&#13;
tanah maka semakin besar aliran permukaan yang terjadi, dimana rata-rata aliran&#13;
perrnukaan yang terjadi sebesar l 5,52 liter/menit pad a kemiringan I 0%. Untuk&#13;
kemiringan lereng 20% dan kemiringan lereng 30% masing-masing memiliki&#13;
rata-rata aliran permukaan sebesar 17,90 liter/menit dan 19.72 liter/menit.&#13;
Sedangkan pada kemiringan lereng 40% memiliki rata-rata aliran permukaan&#13;
yang terbesar yaitu sebesar 22,50 liter/menit. Pengaruh kemiringan terhadap erosi &#13;
 yaitu semakin curamnya suatu lereng maka semakin besar erosi yang terjadi,&#13;
dimana rata-rata erosi yang terjadi sebesar 60,97gr pada kemiringan 10%. Untuk&#13;
kemiringan lereng 20% dan kemiringan lereng 30% masing-masing memiliki&#13;
rata-rata erosi sebesar 97,12 gr dan 125,45 gr. Sedangkan pada kemiringan lereng&#13;
40% memiliki rata-rata erosi yang terbesar yaitu sebesar 187,85 gr.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SOILS - AGRICULTURE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>EROSION - AGRICULTURE</topic>
 </subject>
 <classification>631.4</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>139945</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-11-04 14:00:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-11-04 14:40:26</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>