<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="139875">
 <titleInfo>
  <title>PENGGUNAAN   TEPUNG SUKUN (ARTOCARPUS ALTILIS F) DAN TEPUNG   UBI  JALAR   (IPOMOEA  BATATAS  L)  SEBAGAI SUBSTITUSI   TEPUNG  TERIGU   PADA PEMBUATAN  ROTI  TAWAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dian Mayasari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2007</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Roti  sudah menjadi  salah  satu  makanan pokok bagi   masyarakat  Indonesia. Bahkan di kalangan remajadan  anak-anak, posisinya telah mulai menggese r nasi sebagai sumber karbohidrat utama. Kandungan gizi roti lebih   unggul dibandingkan  dengan nasi dan mi. Bahan  baku  roti  adalah tepung   tcrigu  yang tanaman  penghasilnya  (gandum)&#13;
belum dapat dibudidayakan di Indonesia. sehingga harus diimpor dari luar negeri. Salah satu alteratif untuk mengurangi ketergantungan impor terigu adalah melakukan diversifikasi pangan. Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber karbo hidrat nabati, diantaranya  adalah  sukun dan ubi jalar. Kedua bahan pangan ini  dapat diolah  menjadi&#13;
tepung  sehingga  diharapkan  dapat  mensubstitusi   tepung   terigu pada   pembuatan  roti&#13;
tawar.  Tepung  sukun  dan  tepung  ubi jalar memiliki  karakteristik   fisiko  kimia  yang berbeda.  Penelitian  ini   bertujuan  untuk    mengetahui pengaruh jenis  dan  persentase substitusi tepung dari sukun (Artocarpus altilis  Fosberg) dan ubi jalar (Ipomoea batatas Linn) terhadap karakteristik roti tawar.&#13;
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Perlakuan yang diberikan  pada penelitian ini terdiri dari 2 faktor, yaitu faktor jenis tepung (T) dan persentase  substitusi  tepung (S).  Faktor jenis tepung  terdiri dari 2  taraf,  yaitu tepung sukun (T1)  dan tepung  ubi jalar (T2).  Faktor persentase substitusi tepung terdiri dari 4 taraf,  yaitu  5%  (S1,),   10%(S2),   15%(S3),  20%(S4.).  Analisis  dilakukan terhadap&#13;
tepung sukun, tepung ubi jalar dan produk roti tawar.  Pada tepung sukun dan tepung ubi&#13;
jalar,  analisis  yang dilakukan adalah analisis kadar air dan analisis kadar  abu. Analisis&#13;
yang dilakukan terhadap roti tawar meliputi analisis kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar serat kasar,  rasio pengembangan adonan sebelum pemanggangan, volume spesifik setelah  pemanggangan, porositas, dan  sifat  organoleptik  yang  meliputi  warna, rasa, aroma, dan tekstur roti  tawar.&#13;
Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan jenis tepung substitusi memberi pengaruh sangat nyata (P0,01) terhadap kadar serat  kasar. rasio pengembangan adonan   roti   tawar  sebelum   pemanggangan, volume  spesifik   roti    tawar  setelah pemanggangan, nilai  organoleptik warna, rasa, dan aroma, dan berpengaruh tidak nyata (P&gt; 0,05) terhadap kadar air,  kadar  abu, kadar protein, porositas, dan nilai organoleptik tekstur.  Perlakuan  persentase substitusi  tepung berpengaruh  sangat nyata  (P  0,01) terhadap  kadar  abu, volume spesifik setelah pemanggangan,  nilai organoleptik wama, rasa, aroma, dan tckstur,  dan berpengaruh tidak nyata (P&gt; 0,05) terhadap kadar air, kadar protein,   kadar serat kasar,  rasio pengembangan adonan scbelum pemanggangan, dan porositas. Interaksi jenis tepung substitusi dan persentase substitusi tepung berpengaruh sangat  nyata (P&lt; 0,01)  terhadap  nilai  organoleptik  warna,  rasa,  aroma,  dan  tekstur, berpengaruh nyata (P&gt; 0,05) terhadap volume spesifik setelah pemanggangan, dan berpengaruh  tidak nyata (P&gt; 0,05) terhadap kadar air, kadar abu,  kadar protein,  kadar&#13;
serat kasar, rasio pengembangan adonan sebelum pemanggangan, dan porositas.&#13;
Kadar  air roti  tawar  yang  diperoleh  berkisar antara  26,46-31,37%  berat  basah.&#13;
Kadar abu berkisar antara 1,23-1,67% berat basah. Kadar protein antara 5,48-9,41% berat&#13;
basah.  Kadar  serat  kasar  antara  2,05-2,68%  berat kering. Rasio  pengembangan  adonan &#13;
sebelum   pemanggangan   berkisar   antara  185,12-213,42%.   Volume  spesifik&#13;
 setelah pemangg angan  berkisar  antara  2,18-4,78  cm3'/  bahan.  Porositas  berkisar antara   &#13;
15,89&#13;
19,11  pori/cm2'  Nilai organoleptik  warna berkisar antara 2,32-3,90 (tidak suka hingga biasa). Nilai organoleptik rasa berkisar antar 2,47-3,12 (tidak suka hingga biasa). Nilai organoleptik aroma berkisar antara 2,10-3,20 (tidak suka hingga biasa).  Nilai organoleptik tekstur berkisar antara 1,68-3,47 (tidak suka hingga biasa).&#13;
Roti  tawar   dengan   kualitas  terbaik  adalah  dengan  perlakuan  jenis   tepung&#13;
substitusi   tepung   ubi  jalar  (T2)   dan  persentase   substitusi   tepung   5%   (S1)   dengan&#13;
karakteristik sebagai berikut:  kadar protein  9,41%,  kadar air 26,46%,  volume spesifik&#13;
4.78 cm'3/g bahan, porositas  19,11   cm2        kadar serat kasar 2,19%,  kadar abu 1,24%,  rasa&#13;
3,12 (biasa). aroma 3,00 (biasa), warna 3,87 (biasa), tekstur 3,47 (biasa).&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>139875</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-11-01 16:26:39</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-11-01 16:26:39</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>