PENGARUH JENIS VEGETASI DAN PENGGUNAAN MULSA VERTIKAL UNTUK MENGURANGI ALIRAN PERMUKAAN DAN EROSI PADA TERAS GULUD DI SUBDAS KRUENG JREU | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH JENIS VEGETASI DAN PENGGUNAAN MULSA VERTIKAL UNTUK MENGURANGI ALIRAN PERMUKAAN DAN EROSI PADA TERAS GULUD DI SUBDAS KRUENG JREU


Pengarang

Ariadi Yoesa - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0305106010029

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2008

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kegiatan konservasi di lahan kering/ berlereng merupakan langkah
konstruktif yang dapat meningkatkan fungsi lahan untuk berproduksi sehingga
potensinya dapat dioptimalkan. Salah satu kcgiatan konservasi dalam
mengendalikan erosi tanah yaitu melalui upaya seperti pembuatan teras gulud.
Teras gulud merupakan metode konservasi secara mckanik yang relatif mudah
dan murah. Hal ini lebih dapat dilaksanakan oleh petani dengan keterbatasan
modal yang dimiliki. Upaya konservasi diatas akan lebih cfektif jika
dikombinasikan dengan metode vegetatif salah satunya adalah penggunaan mulsa
vertikal. Mulsa vertikal dapat mencegah terjadinya erosi pada lahan pertanian
berlereng. Mulsa vertikal akan menghambat kecepatan aliran permukaan, karena
dapat mengurangi tahanan dan kapasitas pengaliran permukaan tanah. Adapun
tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur hubungan laju erosi dan aliran
pennukaan pada lahan berteras gulud dengan vegetasi jagung, semangka dan
perlakuan mulsa vertikal.
Penelitian ini dilakukan di Desa Aneuk Glee Kecam atan lndra puri dan di
Laboratorium Jurusan Tanah Fakultas Pertan ian Universitas Syiah Kuala.
Penelitian berlangsung pada bulan Oktober 2008 sampai bulan Januari 2009. Plot
percobaa n dibuat 4 (empat) plot yaitu l plot penanamanjagung, I plot penanaman
semangka, I plot perlakuan mulsa vertikal, I plot kontrol. Masing-masing plot
perlakuan berukuran 21,5 x 2 m dengan luas areal 43 m/ plot. Parameter
pengukuran adalah besam ya aliran permukaan yang merupakan akumulasi air
limpasan yang terjadi selama hujan yang tertam pung dalam kolektor dan
besarnya erosi langsung dengan menimbang tan ah yang terangkut akibat aliran pennukaan
(berdasarkan berat kering) serta membandingkannya dengan metode USLE.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa total aliran permukaan tertinggi sebesar
1,3 10 m'ldet pada plot semangka. Plot perlakuan jagung sebesar 1,2 x 10
m/det sedangkan plot perlakuan mulsa vertikal memiliki total aliran permukaan
yang kecil yaitu sebesa r 7,7 x 10° m'/det serta plot kontrol sebesar 8,3 x 10°
m'/det. Rata-rata erosi tanah yang tertinggi terjadi pada plot penanaman semangka
sebesar 8,74 ton/ ha/ thn. Untuk plot penanaman jagung dan mulsa vertikal
masing-masing memiliki rata -rata kehilangan tanah sebesar 4,85 ton/ ha/ th n dan
0,51 ton/ ha/ thn. Sedangkan erosi tanah pada plot kontrol dengan vegetasi rum put
merupakan nilai erosi yang terkecil yaitu sebesar 0,12 ton/ ha/ thn. Dari hasil 2
(dua) metode pengukuran erosi yaitu pengukuran erosi di lapangan dan pendugaan
erosi dengan menggunakan metode USLE diperoleh nilai erosi pengukuran lebih
kecil dari pada pendugaan.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK