KARAKTERISTIK DAN KLASIFIKASI TANAH ALUVIAL YANG DISAWAHKAN BERDASARKAN SISTEM TAKSONOMI TANAHRNDI KECAMATAN KUTABARO KABUPATEN ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KARAKTERISTIK DAN KLASIFIKASI TANAH ALUVIAL YANG DISAWAHKAN BERDASARKAN SISTEM TAKSONOMI TANAHRNDI KECAMATAN KUTABARO KABUPATEN ACEH BESAR


Pengarang

Safrida - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0705101020006

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Ilmu Tanah (S1) / PDDIKTI : 54294

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2011

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

SAFRIDA. Karakteristik dan Klasifikasi Tanah Aluvial yang Disawahkan Berdasarkan
Sistem Taksonomi Tanah di Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Bcsar di bawah
bimbingan TETI ARABIA sebagai ketua dan ZAINABUN sebagai anggota.

Penelitian ini bertujuan: (I) mengetahui karakteristik tanah Aluvial yang
disawahkan di Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar; (2) mengklasifikasikan
tanah Aluvial yang disawahkan berdasarkan Sistem Taksonomi Tanah (Soil Survey
Staff, 2006) di Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar.

Penelitian ini dilakukan dengan mengamati tiga pedon, diambil berdasarkan
perbedaan penggunaan lahan: (I) tanah yang disawahkan 2x padi/tahun; (2) tanah yang
disawahkan Ix padi/tahun; (3) tanah yang tidak pernah disawahkan/kebun. Bahan tanah
diambil dari tiap-tiap horison pada semua pedon, serta dianalisis sifat fisika, kimia, dan
mineralogi.
Warna tanah pada pedon SRI berkisar antara coklat gelap kelabu (I0YR 4/2)
sampai kelabu (0YR 6/1). Pedon SR2 memiliki kisaran warna dari coklat gelap
(7.5YR 3/4) sampai coklat kelabu (2,5Y 5/2). Sedangkan pada pedon SR3 memiliki
kisaran warna kuning muda (I0YR 5/6) sampai coklat kekuningan (I0YR 5/8). Pada
pedon SRI tanah berstruktur masif hingga gumpal bersudut, mempunyai konsistensi
lembab (gembur - teguh), dan pada kondisi basah (sangat lekat - agak lekat). Pedon
SR2 tanah berstruktur gumpal sampai gumpal bersudut, memiliki konsistensi lembab
(gembur - teguh) dan konsistensi basah (agak lekat). Pcdon SR3 berstruktur gumpal dan
memiliki konsistensi lembab (sangat gembur - gcmbur). Pcdon SR 1 dan pedon SR2
memiliki plastisitas tanah (plastis), sed
angkan pedon SR3 tanah tidak plastis.
Tekstur tanah pada tiap horison berbeda-beda yaitu pedon SRI memiliki tekstur
lempung berdebu, lempung berliat, liat berdebu, dan liat. Pedon SR2 yaitu lempung
berdebu , lempung berliat, liat, dan lempung berliat. Pedon SR3 yaitu lempung berpasir,
lempung berdebu, dan pasir berlempung. Pedon SRI memiliki bobot isi 1,10 - 1,36 g
cm. Pedon SR2 1,25 - 1,32 g em. Pedon SR3 1,12 - 1,28 g em. Laju permeabilitas
pada pedon SR I. SR2 dan SR3 bcrbeda-beda. Pcdon SR I berkisar antara sangat lambat,
lambat, agak lambat (0,03; 0,32; 1,45 cm jam'). Pedon SR2 bagak lambat, sangat
lambat, agak lambat (0,59; 0,03; 1,61 cm jam'). Pedon SR3 berkisar antara cepat
sampai sangat cepat (14,04; 6,29; 2,45). Pedon SRI porositas di lapisan atas sebesar
56,05 % lebih tinggi dari pada lapisan bawahnya yaitu sebesar 29,98 %. Pedon SR2
porositas sebesar 35,44 % lebih tinggi dibandingkan lapisan dibawahnya sebesar 29,62
%. Sedangkan pada pcdon SR3 porositas sebesar 78,02 % lebih tinggi dibandingkan
pada lapisan di bawahnya yaitu 60,24 %. Pada pedon SRI kadar air di lapisan atas
sebesar 29,74 % lebih tinggi daripada lapisan di bawahnya sebesar 22,92 %, sama
halnya pada pedon SR2 kadar air di lapisan atas lebih tinggi 25,44 % dibandingkan
dengan lapisan bawahnya 22,41 %. Sedangkan pada pedon SR3 kadar air di lapisan atas
sebesar 8,I I % lebih rendah dari pada lapisan di bawahnya sebesar 15,57 %.
Reaksi tanah yang diamati berupa (pH HO dan pH KCI). Nilai reaksi tanah
sangat beragam yaitu pH HO berkisar antara 6,71 - 7.60 (netral agak alkali).
Sedangkan reaksi tanah (pH KCI) di lokasi penelitian berkisar antara 4,53 - 6,60
(masam - netral), lebih rendah dibandingkan dengan pH (HO) pada setiap horison.
Kandungan C-organik di semua pedon dan horison yang diamati berkisar antara 0,03 -- 1,17 %.
Nilai basa-basa dapat dipertukarkan adalah kalium 0,26 - 0,42 cmol(+) kg'
(rendah - sedang), natrium 0,54 - 2,91 cmol(+) kg' (sedang - sangat tinggi), kalsium
13,36 - 24,24 cmol(+) kg' (rendah - tinggi), dan magnesium 1,08 - 10,96 cmol(+) kg'
(sedang - sangat tinggi). Nilai asam-asam dapat ditukar adalah hidrogen dan kation
alumunium yang nilainya tidak terukur. Nilai KTK pada tanah Aluvial berkisar antara
11,84 - 37,6 cmol(+) kg'(rendah - tinggi). Variasi nilai KTK mengikuti pola variasi
kandungan C-organik. Kejenuhan basa di lokasi penelitian berkisar antara 21,25 -96,35
% (tinggi - sangat tinggi).
Pada umumnya nisbah mineral sukar lapuk/mineral mudah lapuk pada tiap
pedon berbeda. Nisbah mineral sukar lapuk/mineral mudah \apuk pada pedon SRI lebih
tinggi dibandingkan pcdon SR2. Setiap pedon pada umumnya didominasi oleh mineral
Smektit (dominan) dan Kaolinit (sedang), sedangkan mineral liat lainnya tidak terdapat.
Hasil Klasifikasi tanah di Lokasi Penelitian Berdasarkan Sistem Taksonomi
Tanah (Soil Survey Staff, 2006) pada pedon SRI termasuk ke dalam Ordo Alfisol;
Subordo Aqualf; Great group Epiaqualf; Subgroup Typic Epiaqualf; dan Family Typic
Epiaqualf, sangat halus, campuran, isohipertermik. Sedangkan pada pedon SR2
termasuk ke dalam Ordo Alfisol; Subordo Aqualf; Great group Epiaqualf; Subgroup
Aerie Epiaqualf; dan Family Aeric Epiaqualf, halus, campuran, isohipertermik. Pedon
SR3 termasuk dalam Ordo Alfisol; Subordo Udalf; Great group Hapludafl; Subgroup
Typic Hapludalf; dan Family Typic Hapludalf, berlempung kasar. campuran,
isohipertermik.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK