<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="139773">
 <titleInfo>
  <title>PERAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN KEUANGAN (STUDI KASUS PADA KOTA BANDA ACEH)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Cut Eliza Mutia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ekonomi</publisher>
   <dateIssued>2007</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pendapatan Asli   Daerah  (PAD)   terdiri   dari  Pajak   Daerah,   Retribusi Daerah, Hasil Pengolahan Kekayaan Daerah  yang  Dipisahkan serta Lain-lain Pendapatan  Asli  Daerah   yang  Sah  yang  merupakan  sumber  pendapatan Daerah yang  peruntukkannya bebas bagi Daerah sebagai  wujud dari otonomi daerah.&#13;
Penelitian   ini  merupakan  penelitian   lapangan  (field  reseach)  dengan   data sekunder yang dianalisa  secara  deskriptif dan  dengan  metode kuantitatif.  Alat analisis yang  digunakan  adalah   Derajat  Desentralisasi  Fiskal  dan   Derajat  Kemandirian Daerah.&#13;
Secara   agregat,  rata-rata  Derajat   Desentralisasi   Fiskal   Kota   Banda  Aceh periode anggaran 2001-2005 sebesar  10,54% per tahun  dengan grafik yang menurun walau  tidak   signifikan.  Ini  berarti,   ketergantungan  Kota  Banda Aceh terhadap pemerintah  pusat   dan   propinsi   masih   tinggi.  Sedangkan  rata-rata   Kemandirian Daerah  Kota Banda Aceh untuk periode  tersebut sebesar  14,66% per tahun  dengan grafik  yang  menurun  drastis.   Ini  berarti  dari  sisi  pengeluaran,  semakin   sedikit program yang didanai dengan sumber yang bebas peruntukkannnya bagi Daerah.&#13;
Untuk  meningkatkan  kemandirian ini,  terutama meningkatkan PAD, Pemerintah  Kota Banda Aceh perlu  melakukan  tindakan  intensifikasi yaitu, dengan meningkatkan efisiensi  biaya  pemungutan dan  adminitrasinya serta meningkatkan sistem  pengelolaan  pemungutan PAD  ,dan ekstensifikasi yaitu  dengan menggali sumber-sumber PAD yang baru. Tetapi harus  memperhatikan prinsip  good governance agar  tidak  merusak  pelayanan publik  dan merusak perkembangan dunia usaha.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>PUBLIC SERVICE (CIVIL SERVICE)</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>REVENUE - FINANCIAL MANAGEMENT</topic>
 </subject>
 <classification>658.155 4</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>139773</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-31 14:52:19</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-31 15:05:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>