<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="139679">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH JENIS BAHAN BAKAR TERHADAP MUTU IKAN BANDENG (CHANOS-CHANOS FORSKAL) ASAP MENGGUNAKAN ALAT PENGASAP TIPE KABINET</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yulinar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2006</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ikan bandeng merupakan salah satu jenis ikan berprotein tinggi yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Namun ikan bandeng cepat mengalami pembusukan dan rusak bila dibiarkan di udara terbuka lebih dari 5 jam tanpa pengawetan.Pengasapan adalah salah satu cara pengawetan yang bisa dilakukan untuk mencegah pembusukan dan memperpanjang masa simpan. Jenis bahan bakar merupakan salahsatu faktor yang dapat rnernpengaruhi mutu hasil pengasapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis bahan bakar terhadap mutu ikan bandeng asap dengan menggunakan alat pengasapan tipe cabinet sehingga dapat diketahui jenis bahan bakar yang lebih tepat untuk proses pengasapan ikan bandeng. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 4 jenis bahan bakar yaitu tempurung kelapa, sekam padi, sabut kelapa dan kayu. Parameter yang dianalisis adalah kadar air, protein, lemak dan uji organoleptik. Pada setiap perlakuan, ikan bandeng yang digunakan sebanyak 3 kg dengan 3 kali ulangan, Waktu yang diperlukan untuk menurunkan kadar air sampai 15% pada bahan bakar tempurung kelapa adalah 4 jam, sabut kelapa 5 jam, kayu 6 jam dan sekampadi 8 jam. Kadar protein ikan bandeng asap menggunakan bahan bakar tempurung kelapa adalah 32,75%, sekam padi 27,18%, sabut kelapa 37,70%, dan kayu 27,09%.Kadar lemak ikan bandeng asap menggunakan bahan bakar tempurung kelapa adalah7,84%, sekam padi 9,18%, sabut kelapa 7,13%, dan kayu 8,85%. Pada ujiorganoleptik tempurung kelapa dan sabut kelapa menghasilkan produk ikan asap yang lebih disukai baik dari bentuk, warna, bau dan rasa.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>FISHES - FOOD - COMMERCIAL PROCESSING</topic>
 </subject>
 <classification>664.94</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>139679</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-29 15:28:00</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-29 15:54:49</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>