KAJIAN PENGGUNAAN ETILEN ABSORBER PADA PISANG BARANGAN (MUSA PARADISIACA L). | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KAJIAN PENGGUNAAN ETILEN ABSORBER PADA PISANG BARANGAN (MUSA PARADISIACA L).


Pengarang

Miragustiamayza - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0605105010023

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2011

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pisang barangan merupakan komoditi yang mudah rusak dan perlu penyimpanan pada suhu rendah (14'C) sebelum dijual atau dimakan (Seymour et al., 1993). Etilen adalah hormon tumbuh yang diproduksi dari hasil metabolisme normal dalam tanaman. Etilen absorber dapat menghambat kematangan buah pasca panen sehingga dapat memperpanjang masa simpan buah tersebut.
Produksi dan kerja etilen sangat dipengaruhi oleh suhu pendinginan produk dan pengaturan suhu penyimpanan dingin yang baik akan menghambat kematangan buah (Winarno, 2002). Penyimpanan buah pada suhu dingin bertujuan untuk mengontrol suhu penyimpanan dan kelembaban udara sehingga dapat memperpanjang masa simpan buah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian jenis dan konsentrasi etilen absorber dalam menghambat kematangan pisang barangan (Musa Paradisiaca L ) sehingga dapat disimpan lebih lama.
Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok

(RAK) faktorial dengan dua faktor. Faktor I yaitu konsentrasi etilen absorber (K) yang terdiri atas (4) empat taraf yaitu: kontrol K0 = 0%, K1, = 1%, K2= 2% dan K3= 3%. Faktor II yaitu jenis etilen absorber (A) yang terdiri atas 3 (tiga) taraf yaitu: A1 = KMn04,, A; = Arang Aktif, A3 = Asam Salisilat. Dengan demikian
terdapat dua belas (12) kombinasi perlakuan dengan dua (2) kali ulangan, sehingga diperoleh 24 satuan percobaan. Analisis yang dilakukan meliputi : analisis kadar air, susut bobot, total padatan terlarut, total asam, vitamin C, kadar pati, tingkat kekerasan dan uji organoleptik warna
Hasil penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa pisang yang diberi etilen absorber masak (ripe) setelah 2 minggu penyimpanan, sedangkan pisang tanpa perlakuan (kontrol) masak (ripe) setelah 1 minggu penyimpanan. Hasil
penelitian utama menunjukkan bahwa pisang yang diberi etilen absorber
mempunyai kadar air, susut bobot vitamin C. kadar pati dan tingkat kekerasan serta total asam yang cenderung menurun setelah I4 hari penyimpanan, sedangkan total padatan terlarutnya cenderung meningkat.
Warna pisang barangan yang diberi etilen absorber tidak terjadi perubahan warna dengan cepat selama penyimpanan 0-7 hari. Pisang barangan pada 7 hari penyimpanan warna pisang masih bewarna hijau kekuningan dan setelah 14 hari penyimpanan pisang bewarna kuning sedikit bercak coklat. Namun sebaliknya pisang tanpa perlakuan (kontrol) lebih cepat terjadi perubahan wama selama penyimpanan, pada 7 hari penyimpanan warna pisang menjadi kuning sedikit kecoklatan dan pada 14 hari penyimpanan warna pisang menjadi kuning dengan bercak coklat yang lebih luas. Dari hasil pengamatan hasil terbaik diperoleh pada pisang diberi etilen absorber asam salisilat 3 % pada penyimpanan 14 hari dengan kadar air 67,07%, total asam 0,008 %, kadar pati 19,30 mg/100g bahan.






Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK