<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="139639">
 <titleInfo>
  <title>UPAYA    PENINGKATAN    RENDEMEN    DAN   KUALITAS MINYAK    KELAPA   DENGAN    MENGGUNAKAN   PAPAIN    KASAR    (CRUDE   PAPAIN).</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fitriani AB</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2008</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kelapa (Cocos  nucifera L) merupakan  tanaman  perkebunan  asli Indonesia dengan    total   luas   areal   perkebunan    mencapai   3,712  juta   ha.   Buah   kelapa merupakan  bahan  dasar  dalam  pembuatan   minyak  kelapa.  Keberadaan   minyak kelapa  kini telah dilupakan  masyarakat. Padahal,  Minyak  kelapa  merupakan  satu- satunya  minyak  goreng  yang  tergolong  MCFA  (Medium  Chain  Fatty Acid)  dan mengandung asam  laurat paling  tinggi (sekitar  50%) yang baik digunakan  sebagai pengolah  bahan  makanan   maupun  pembuatan   berbagai  produk   industri  seperti sabun.  kosmetik dan obat-obatan.&#13;
&#13;
&#13;
Masyarakat   lebih  memilih   menggunakan  minyak  kelapa  sawit dibandingkan   minyak   kelapa.   Hal   ini   disebabkan    karena   proses   pengolahan minyak   kelapa  yang  sering  dilakukan  selama   ini  menghasilkan   rendemen   dan kualitas   minyak   kelapa   yang   rendah.   Salah   satu  upaya   mendapatkan    minyak kelapa  bermutu  dan  mempunyai  rendemen  yang  tinggi  adalah  dengan mcngekstraksi   minyak    kelapa    menggunakan   enzim.    seperti   crude   papain. Konsentrasi ekstrak  crude papain  per satuan  berat  daging  kelapa  (v/b)  dan  lama pemeraman   diduga  berpengaruh   terhadap  rendemen  dan  kualitas  minyak  kelapa yang dihasilkan.&#13;
&#13;
Penelitian  ini  secara  umum  bertujuan  untuk  mempelajari   proses  ekstraksi minyak   kelapa   dari   daging   buah   kelapa   dengan   memanfaatkan    kemampuan proteolitik    crude  papain    yang   terdapat   dalam   daun   pepaya.   Secara   khusus penelitian  ini bertujuan  untuk mendapatkan konsentrasi ekstrak  crude papain  dan lama pemeraman  yang  baik dalam  pembuatan  minyak  kelapa  guna menghasilkan rendemen  dan kualitas  minyak kelapa  yang baik.&#13;
&#13;
Penelitian  ini  dilakukan   menggunakan  Rancangan  Acak  Lengkap  (RAL) dengan  2 (dua) faktor,  yaitu konsentrasi  crude papain  (v/b)(20%,  30% dan 40%) dan  lama  pemeraman   (8 jam,   16  jam,  24  jam).  Dengan  demikian   terdapat   9 kombinasi  perlakuan  dengan  3  ulangan  sehingga  diperoleh  27 satuan  percobaan. Parameter  yang diamati pada minyak  kelapa adalah rendemen  dan ekstraktabilitas, bilangan peroksida, bilangan asam, dan kadar asam lcmak bebas ( % FFA), uji organoleptik (hedonik),  dan kadar air.&#13;
&#13;
Hasil   penelitian    menunjukkan   bahwa   lama   pemeraman    berpengaruh sangat   nyata  terhadap   warna   minyak   kelapa   dan  berpengaruh   nyata  terhadap&#13;
&#13;
&#13;
aroma  minyak  kelapa.  Sedangkan   konsentrasi ekstrak  crude papain berpengaruh sangat   nyata  terhadap   bilangan   asam  dan  asam   lemak  bebas.  Interaksi  antara konsentrasi   ekstrak   crude  papain   dan   lama   pemeraman   berpengaruh   nyata terhadap rendemen,  ekstraktabilitas,  bilangan asam,  % FFA (asam  lemak  bebas), dan  kadar  air. Sedangkan bilangan  peroksida  tidak  dipengaruhi oleh kedua  faktor tersebut.&#13;
&#13;
Minyak  kelapa  yang  dihasilkan  pada  penelitian  ini  telah  memenuhi  SNI&#13;
01-2902-1992.    Perlakuan    terbaik   diperoleh    dari   kombinasi    perlakuan    K2L1 (konsentrasi  crude papain  sebesar   30%  dan  lama   pemeraman   selama   8  jam). Kombinasi  perlakuan  ini  menghasilkan rendemen  sebesar  25,43%,  ekstraktabilitas&#13;
73.60%,  bilangan  peroksida   1   mg O2/ g contoh,  bilangan  asam  0,23 mg  KOH/ g contoh,  asam lemak bebas  (% FFA) 0,08%, warna dan aroma  minyak  kelapa  yang baik.  serta kadar air 0,24% bb.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>139639</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-29 10:49:52</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-29 10:49:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>