PENGARUH PENAMBAHAN SERAT SABUT KELAPA TERHADAP SIFAT MEKANIS BETON BUSA (FOAMED CONCRETE) SUATU PENELITIAN BETON RINGAN DENGAN FAKTOR AIR SEMEN (FAS) 0,5 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH PENAMBAHAN SERAT SABUT KELAPA TERHADAP SIFAT MEKANIS BETON BUSA (FOAMED CONCRETE) SUATU PENELITIAN BETON RINGAN DENGAN FAKTOR AIR SEMEN (FAS) 0,5


Pengarang

Keumala Cutra S Zein - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0241110049

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2007

Bahasa

Indonesia

No Classification

693.5

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini melaporkan hasil penelitian pengaruh penambahan serat sabut kelapa terhadap sifat yang meliputi pengujian kuat tekan yang dilakukan pada benda uji kubus ukuran mekaris beton busa, I0 cm x I0 cm x 10 cm x sebanyak 27 benda uji, pengujian kuat tarik belah pada benda uji selinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm sebanyak 27 benda uji, dan pengujian kuat tarik lentur pada uji balok ukuran 40 cm x I0 cm x I0 cm sebanyak 27 benda uji dengan Faltor Air Semen (FAS) yang digunakan adalah 0,5. Variasi pada penelitian ini meliputi variasi Spesifik Benda Gravity (SG) yaitu I,0; I,2; dan I,4 serta variasi persentase serat sabut kelapa yaitu 0,5%: 1,0%; dan 1,5% terhadap berat volume beton busa. Serat sabut kelapa yang digunakan berasal dari daerah Ulee Kareng Aceh Besar yang berupa uraian dari tali adalah 0.2 mm. Dengan membandingkan beton busa berserat dan beton busa tanpa serat, hasil penelitian menunjukkan sabut yang telah dipotong sepanjang 25 mm dengan diameter rata-rata serat pengujian kuat tekan untuk SG 1 pada seluruh persentase serat terjadi peningkatan sebesar 0,09%; 0,60%: dan 0,33%, untuk SG 1,2 sebesar 86,12%; 86,82%; dan 88.20%, dan untuk SG 1,4 sebesar 11,62%; 11,197% bahwa dan 14,50%. Pada pengujian kuat tarik belah untuk SG I pada seluruh persentase serat terjadi penurunan sebesar 29,1%, 30,1%; dan 22,7%, untuk SG 1,2 terjadi peningkatan sebesar 79,7% 128,6%. dan 83,6%, dan untuk SG 1,4 terjadi peningkatan sebesar 12,9% dan 25,3% untuk persentase serat 0,5 % dan 1,0%, narun terjadi penurunan pada persentase serat 1,5% sebesar 20,0%. Pala pengujian kuat tarik lentur untuk SG 1 pada persentase serat 0,5% terjadi penurunan sebesar 43,78% dan terjadi peningkatan sebesar 8,19%; dan 43,76% pada persentase serat 1,0% dar 1,5%, untuk SG 1,2 terjadi peningkatan sebesar 146,0%; 230,1%, dan 274,4% pada seluruh persentase serat dan untuk SG 1,4 terjadi penurunan sebesar 8,23% dan 3,57% untuk persentase serat 0,5 % dan 1,0%, namun terjadi peningkatan sebesat 8.I5% pada persentase serat 1,5%.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK