PERENCANAAN BIAYA PERCEPATAN WAKTU PENYELESAIAN PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG OUDITORIUM KANTOR WILAYAH DEPARTEMEN AGAMA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERENCANAAN BIAYA PERCEPATAN WAKTU PENYELESAIAN PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG OUDITORIUM KANTOR WILAYAH DEPARTEMEN AGAMA BANDA ACEH


Pengarang

Teuku Heryansyah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0304101010113

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2010

Bahasa

Indonesia

No Classification

692.5

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Mempercepat umur proyek merupakan salah satu upaya yang dilakukan pelaksana proyek jika suatu proyek mengalami keterlambatan atau bilamana pelaksana proyek ingin menyelesaikan proyek tersebut lebih awal dari waktu yang tersedia karena alasan tertentu. Proses mempercepat waktu penyelesaian suatu pekerjaan disebut juga dengan crash program. Salah satu metode yang digunakan dalam crash program adalah dengan menambahkan waktu kerja/lembur. Metode penambahan waktu kerja/lembur ini dipakai sebagai alteratif dikarenakan seringkali ditemukan kesulitan menambah jumlah tenaga kerja untuk mempercepat suatu kegiatan dan terbatasnya tenaga kerja yang memiliki keahlian dalam suatu pekerjaan. Tujuan utama dalam perencanaan ini adalah menghitung berapa jumlah biaya yang dikeluarkan jika suatu pekerjaan dilemburkan dengan menggunakan analisis pertukaran biaya dan waktu. Ruang lingkup perencanaan pada Proyek Pembangunan Gedung Auditorium Kantor Wilayah Departemen Agama Banda Aceh ini adalah biaya dan waktu. Biaya yang dimaksud adalah besarnya jumlah biaya yang bertambah akibat proses percepatan waktu penyelesaian pekerjaan proyek yang dilakukan dengan metode lembur. Sebagai langkah awal perhitungan yaitu dimulai dengan menyusun jaringan kerja dengan penjadwalan PDM. Selanjutnya diperoleh network diagram dan kegiatan-kegiatan kritis akan terlihat dengan tampilan bar berwarna merah. Kegiatan-kegiatan kritis tersebut tidak semuanya berada pada lintasan yang sama sehingga dipilih
beberapa kegiatan kritis yang berpengaruh terhadap bergesernya umur proyek
menjadi lebih singkat. Dari hasil perhitungan percepatan waktu diperoleh waktu
penyelesaian proyek yaitu 150 hari (22 minggu ) dengan biaya total proyek Rp
5.025.055.871,00. Sedangkan waktu penyelesaian normal 168 hari (24 minggu) dengan biaya total proyek Rp 5.000.000.000,00. Jadi terjadi pengurangan durasi selama 18 hari dan penambahan biaya sebesar Rp 25.055.871,00 atau sebesar
0,5% dari biaya keseluruhan proyek.
















Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK