PERENCANAAN PENJADWALAN TENAGA KERJA PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG MADRASAH IBTIDAYAH NEGERI (MIN) TELADAN BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERENCANAAN PENJADWALAN TENAGA KERJA PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG MADRASAH IBTIDAYAH NEGERI (MIN) TELADAN BANDA ACEH


Pengarang

Mardiana - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0404101020070

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2010

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Perancangan ini berjudul Perencanaan Penjadwalan Tenaga Kerja Proyek Pembangunan Gedung Madrasah lbtidayah Negeri (MIN) Teladan Banda Aceh, bertujuan untuk mendapatkan jadwal pelaksanaan tenaga kerja yang optimal pada setiap kegiatan agar penggunaan tenaga kerja berfluktuasi sekecil mungkin, sehingga tenaga kerja yang digunakan lebih efektif dan efisien berdasarkan analisis logika ketergantungan jaringan kerja dalam batasan waktu kontrak kerja proyek. Perencanaan jadwal dilakukan dengan metode CPM (Critical Path Method). CPM digunakan karena dapat memperlihatkan hubungan ketergantungan antar kegiatan secara jelas. Proses penjadwalan mencakup pengurutan komponen pekerjaan, penentuan durasi, penentuan jumlah tenaga kerja tiap pekerjaan, penentuan ketergantungan antar kegiatan, penyusunan jaringan kerja dalam bentuk CPM, melakukan hitungan maju dan hitungan mundur, identifikasi jalur kritis dan float, serta analisis alokasi kebutuhan tenaga kerja. Selanjutnya dibuat histogram tenaga kerja. Perbandingan histogram tenaga kerja sebelum dan sesudah dilakukan pemerataan (resources leveling) tidak begitu signifikan perubahannya terhadap fluktuasi tenaga kerja dibandingkan dengan kondisi awal yaitu pada saat sebelum dilakukannya pemerataan, hal ini dikarenakan pergeseran kegiatan hanya dilakukan pada kegiatan yang memiliki total float. Hasil yang diperoleh dari perencanaan ini adalah pada saat sebelum pemerataan diperoleh durasi proyek sclama 270 hari dengan jumlah tenaga kerja maksimum yang direncanakan berjumlah 35 orang-hari (pekerja) dan 19 orang-hari (tukang). Setelah dilakukan pemerataan, dengan durasi proyek yang sama diperoleh jumlah tenaga kerja maksimum yang direncanakan berjumlah 14 orang-hari (pekerja) dan 7 orang-hari (tukang).












Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK