<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="139395">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS SUBSURFACE AREA POTENSI LONGSOR MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK DAN GEORADAR DI JALAN MEDAN – BANDA ACEH, MUARA TIGA, ACEH, INDONESIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mochammad Vicky Idris</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Fisika</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Jalan Medan–Banda Aceh khususnya daerah Seulawah merupakan daerah yang &#13;
sangat sering terjadi longsor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakter &#13;
lapisan tanah, memperkirakan jenis longsor melalui metode geolistrik dan georadar, &#13;
serta mengetahui hubungan antara curah hujan dengan kemungkinan bencana longsor. &#13;
Pengukuran dilakukan pada 4 lintasan sepanjang 100 m, menggunakan metode &#13;
geolistrik dengan konfigurasi Wenner-Schlumberger dan spasi elektroda 1.4 m, serta &#13;
georadar dengan frekuensi 700 MHz dan 250 MHz. Hasil data geolistrik &#13;
diklasifikasikan menjadi 3 lapisan dengan nilai resistivitas yang 0 Ωm hingga 21 Ωm, &#13;
21 Ωm hingga 100 Ωm, dan lebih dari 100 Ωm. Interpretasi data georadar &#13;
menunjukkan dominasi pola dengan nilai kecepatan yang berbeda. Lapisan tanah &#13;
lokasi penelitian didominasi oleh lempung dan aluvium dengan resistivitas antara 1 &#13;
Ωm hingga 50 Ωm, serta terdapat titik bidang gelincir berupa batu andesit dengan nilai &#13;
resistivitas &gt; 100 Ωm. Hasil analisis curah hujan menunjukkan ambang batas &#13;
kumulatif 15 hari yang dapat memicu tanah longsor sebesar 74 mm. Penelitian ini &#13;
berhasil menunjukkan bahwa lokasi penelitian memiliki kondisi tanah yang konduktif &#13;
akibat lokasi tersebut memiliki rata-rata intensitas curah hujan rendah hingga tinggi &#13;
dengan pola lapisan yang menurun, sehingga menunjukkan terdapat potensi longsor &#13;
pada lokasi tersebut. &#13;
Kata Kunci: geolistrik, georadar, bidang gelincir, longsor, ct threshold</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>LANDSLIDES</topic>
 </subject>
 <classification>551.307</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>139395</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-24 16:14:39</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-25 09:23:19</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>