<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="139305">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH  VARIASI  MUTU  BAJA TULANGAN TERHADAP LUAS TULANGAN ELEMEN STRUKTUR BETON BERTULANG  PADA DESAIN RUKO BERTINGKAT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fitriah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Studi ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh variasi mutu baja&#13;
320 MPa, 360 MPa, 400 MPa, 420 MPa, dan 500 MPa dengan kombinasi mutu beton&#13;
fc)  25 MPa. Variabel yang ditinjau  dari studi  ini  meliputi jumlah tulangan  utama&#13;
dengan   rodel   struktur   berbentuk porta l   ruang   tiga  dimensi   dari  ruko tiga  lantai&#13;
dengan bentang balok  6  meter  dan  lebar/jauh  kolom 6 meter  dari arah  memanjang&#13;
(XZ),  Alternative  ini diambil  untuk mengetahui  sejauh  mana  pengaruh  perbedaan&#13;
bentang  6  meter  dengan bentang  4   meter   yang  sudah  urum  digunakan. Analisis struktur  dilakukan   dengan bantuan  SAP2000  versi  7.40.   Perhitungan  dilakukan terhadap  struktur  portal  persegi   hingga  seluruh elemen balok memenuhi  syarat keamanan,  Dimensi  awal  balok didasarkan pada  momen inersia  (l).   Perhitungan beban  mati,  beban  hidup,  dan  beban  angin didasarkan  pada  Peraturan  Pembebanan Indonesia  1987.  Perhitungan  beban  gempa didasarkan  pada  Pedoman  Perencanaan Ketahanan  Gempa  untuk Rumah  dan  gedung  1987   Pendimensian  elemen  balok menggunakan aturan SNI   03-2847-2002.     Tujuan   yang  diperoleh  dari  studi   ini menunjukkan  bahwa semakin tinggi mutu tegangan  baja  (fy)  yang digunakan  maka akan  semakin sedikit luas  tulangan  yang dibutuhkan.   Pengaruh berkurangnya jumlah pemakaian tulangan berlaku untuk semua batang, baik tumpuan dalam, tumpuan luar dan  lapangan.   Hasil yang diperoleh dari studi  ini  menunjukan pengurangan jumlah tulangan pada masing-masing tumpuan sebesar 64 % sampai 50,58 % pada Pot. II, V dan 40,39 % Sampai 23,01  % pada Pot. A dan G lantai  II dan Ill pada semua batang.&#13;
Sementnra pada  lapangan  menunjukan pengurangan jumlah  tulangan  sebesar 42,4%&#13;
sampai 20,69 % pada Pot. II,  V dan 31,71  % sampai 19,9% pada Pot. A dan G.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci  :   Mutu beton,  Mutu  baja  tulangan (fy),  Elemen struktur,  Rumah&#13;
Ruko.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>139305</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-24 10:42:45</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-24 10:42:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>