<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="139287">
 <titleInfo>
  <title>ALTERNATIF PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA BANDA ACEH DENGAN MENGGUNAKAN BETON RINGAN BUSA SEBAGAI BAHAN KONSTRUKSI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fakhrurrazi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Alternatif perencanaan ini bertujuan  untuk mendapatkan komposisi  tulangan yang aman dan hemat pada elemen  struktur gedung  bagian  atas  yang terdiri dari balok dan kolom  dari  Gedung   DPRD   Kota Banda   Aceh  Provinsi   Aceh  dan  untuk  melihat sejauh  mana  pengaruh   pemilihan   bahan  konstruksi   berupa  beton  konvensional  dan beton ringan pada perencanan  elemen struktur. Ruang lingkup perencanaan meliputi tiga alternatif perencanaan yaitu :  Alternatif perencanaan pertama, bahan konstruksi yang  digunakan untuk kolom  adalah  beton konvensional, dipadukan dengan  plat lantai dan balok beton konvensional serta dinding bata merah. Alternatif perencanaan kedua,  bahan konstruksi   yang digunakan untuk  kolom  adalah  beton  konvensional, dipadukan  dengan  plat lantai dan balok beton konvensional serta dinding bata  ringan busa.  Dan alteratif perencanaan  ketiga adalah  bahan   konstruksi  yang digunakan untuk  kolom  adalah   beton  konvensional, dipadukan  dengan  plat  lantai  dan  balok beton ringan busa serta dinding bata ringan busa. Analisis  pengaruh pemilihan bahan konstruksi terhadap elemen struktur dilakukan  setelah perhitungan konstruksi  bagian atas secara keseluruhan  selesai dilakukan  dengan  menggunakan  SAP 2000.  Pada tinjauan  khusus setelah  dianalisis terlihat  perbedaan jumlah  tulangan  pokok  atas untuk daerah tumpuan penampang balok lantai  3 ukuran  35 x 60  cm2       yang dihasilkan pada masing-masing  alternatif perencanaan.  Sehingga  pada alternatif  perencanaan kedua  terjadi  penghematan   tulangan   sebesar 16,67  % dari  alternatif perencanaan pertama. Sedangkan  pada alternatif perencanaan  ketiga terjadi  penghematan tulangan sebesar  33.33  %  dari alternatif perencanaan pertama dan  20  % dari  alternatif perencanaan kedua.  Alternatif perencanaan   ketiga  memenuhi  persyaratan keamanan dan   bisa  direkornendasikan  sebagai   solusi   untuk   penghematan  penampang  dan tulangan  pada elemen  balok.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CONCRETE - BUILDING CONSTRUCTION</topic>
 </subject>
 <classification>693.5</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>139287</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-24 09:49:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-24 10:00:34</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>