<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="139241">
 <titleInfo>
  <title>PENGUJIAN DISTRIBUSI TEMPERATUR PADA CEROBONG PERALATAN  PENGERING DENGAN  VARIASI SUDUT ATAP 5°,10, 15, 20,  DAN 25°</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Helisuansyah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pada    peralatan   pengering   yang    menyangkut  proses    perpindahan    panas memerlukan komponen - komponen yang dapat bekerja secara efisien dan kompak. Salah  satu  komponen  ini adalah  cerobong,  yang berfungsi  untuk membuang  gas panas  hasil pembakaran dari bahan  bakar keudara bebas.  Pembuangan gas panas ini bertujuan  untuk mencegah  berlebihnya  temperatur panas pada peralatan yang melebihi persyaratan teknis.  Untuk mendapatkan rancangan  dan dimensi cerobong yang  tepat  untuk peralatan pengering maka  perlu  dilakukan pengujian  dengan&#13;
memvariasikan sudut atap  dari  cerobong tersebut.  Ukuran sudut  atap  cerobong yang diuji adalah  5&quot;10&quot;,  15  &quot;,  20&quot; dan 25 &quot;  dengan  tujuan melihat pengaruh perpindahan panas  dan distribusi temperatur pada  komponen  tersebut.  Temperatur maksimum yang bisa dicapai  oleh ruang pengering adalah 94C, Hasil pengukuran di dalam  ruang pengering pada  lima variasi  sudut atap  cerobong  temperaturnya mendekati seragam yaitu 42C- 94C.  Temperatur tertinggi cerobong yang dicapai pada  proses pemanasan selama 50 menit dihasilkan oleh cerobong  dengan sudut atap 20° yaitu mencapai  80C,  dan temperatur terendah  dihasilkan oleh cerobong dengan  sudut  atap 25&quot;° yaitu  mencapai  73C.   Total  waktu  pengujian pada  alat&#13;
Pengering  adalah  1000 menit  (20 jam)  dengan  temperatur referensi 50&quot;C,  60 &quot;c.&#13;
70  'C,  dan 80c.&#13;
&#13;
Kata kunci:  Cerobong,  Variasi Sudut Atap,  Distribusi Temperatur, Perpindahan Panas&#13;
Koneksi Bebas.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>TEMPERATURE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>CHIMNEYS - BUILDINGS</topic>
 </subject>
 <classification>697.8</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>139241</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-23 15:18:18</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-23 15:27:07</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>