Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
KAJIAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL JALAN DI KOTA BANDA ACEH
Pengarang
Teuku Mirza Iskandar - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1209200060127
Fakultas & Prodi
Fakultas / / PDDIKTI :
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Prog. Studi Magister Teknik Sipil., 2015
Bahasa
Indonesia
No Classification
625.7
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Pemerintah sebagai penyelenggara jalan, wajib memenuhi amanat undang-undang sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat pengguna jalan. Penyelenggaraan jalan juga harus dapat menjamin terlaksananya pelayanan dasar yang harus diterima oleh masyarakat. Bentuk pelayanan dasar ini disebut dengan standar pelayanan minimal (SPM) yang ditetapkan. Dengan disahkannya Qanun Nomor 4 tahun 2009 tentang RTRW Kota Banda Aceh Tahun 2009 - 2029, yang telah menetapkan pusat-pusat kegiatan di Kota Banda Aceh serta klasifikasi sistem jaringan jalan maka penilaian SPM bidang jalan meliputi SPM terhubungnya pusat-pusat kegiatan dan pusat produksi (SPM konektivitas) dan SPM kondisi jalan dapat dilaksanakan.Penelitian ini menilai penerapan dan pemenuhan SPM konektivitas, kondisi jalan, pemenuhan SPM kondisi jalan, analasis perbandingan survei kondisi rinci jalan dan survei kondisi jalan dalam menentukan kondisi jalan untuk pemenuhan SPM kondisi jalan. Metode yang digunakan, mengacu pada Petunjuk Teknis yang merupakan bagian dari Lampiran II Peraturan Menteri PU Nomor : 01/PRT/M/2014. Penerapan SPM konektivitas dilakukan dengan mengukur pemenuhan/realisasi pembangunan/peningkatan kapasitas jalan dengan tahun existing (dasar) pada tahun 2009 sampai dengan tahun 2014 didapat 82,06 %.Pengukuran pemenuhan SPM konektivitas terhadap penerapan pertahunnya memperlihatkan pola pertumbuhan yang sama. Pengukuran kondisi jalan, dilakukan dengan 2 teknik survei, yaitu : survei kondisi jalan dengan metode visual (Road Condition Index = RCI), nilai RCI kemudian dikonversikan ke nilaiInternational Roughness Index(IRI) didapat 99,23 % (kondisi baik dan sedang); Survei kondisi rinci jalan dilakukan dengan mengukur seluruh luasan kerusakan, dari hasil pengukuran diperoreh hasil 82,39 % (kondisi baik dan sedang). Pemenuhan SPM kondisi jalan didapat 165,40 %. Dari analisis perbandingan, diketahui pencapaian SPM kondisi jalan melalui survei kondisi rinci jalan, mengalami penurunan sebesar 28,50 % dari SPM kondisi jalan melalui survei kondisi jalan dengan metode visual,dengan pemenuhan SPM kondisi jalan sebesar 136,90 %.
Kata Kunci : SPM konektivitas, SPM kondisi jalan, IRI, RCI.
Tidak Tersedia Deskripsi
KAJIAN FASILITAS PERLENGKAPAN JALAN PADA RUAS JALAN LAMBARO–BLANG BINTANG (Chardiansyah Rizki, 2019)
KAJIAN PEMENUHAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) JALAN DI KOTA LANGSA DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (PURNAWATI, 2016)
PENGARUH PENGETAHUAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP PERILAKU PEKERJA PROYEK INFRASTRUKTUR JALAN TOL BANDA ACEH - SIGLI (HANNI HUSEN, 2021)
ANALISIS ALOKASI BELANJA DALAM APBA TERHADAP CAPAIAN INDIKATOR STANDAR PELAYANAN MINIMAL (STUDI KASUS PADA DINAS PENDIDIKAN PEMERINTAH ACEH) (Amrina Khairuman, 2024)
PENGARUH SOSIAL EKONOMI DAN ALOKASI BELANJA DAERAH TERHADAP STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) SEKTORRNPENDIDIKAN DI KOTA BANDA ACEH (Cut Irhamni Satinda, 2024)