STUDI KUAT TARIK BELAH BETON AKIBAT PERLAKUAN PERAWATAN PADA SUHU EKSTRIM DENGAN 3 VARIASI FAKTOR FAKTOR AIR SEMEN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

STUDI KUAT TARIK BELAH BETON AKIBAT PERLAKUAN PERAWATAN PADA SUHU EKSTRIM DENGAN 3 VARIASI FAKTOR FAKTOR AIR SEMEN


Pengarang

Nanda Susana - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0504101010108

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2010

Bahasa

Indonesia

No Classification

693.5

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Penelitian ini benujuan mengetahui pengaruh yang timbul akibat perlakuan perawatan beton yang dilakukan pada suhu atau kondisi yang tidak wajar (kondisi ekstrim) terhadap kuat tarik belah beton. Pengujian kuat tarik belah dilakukan pada saat benda uji beton berumur 7 dan 28 hari dengan menggunakan 3 variasi faktor air semen (FAS) 0,35; 0,40 dan 0,45 serta memakai agregat maksimum 25,4 mm. Benda uji yang dibuat berjumlah 90 buah dan dibuat dengan enam kali pengeeoran, dirnana setiap pengeeoran dibuat 15 buah benda uji. Benda uji dibuat untuk setiap FAS dan untuk 2 umur perawatan. Kegiatan penelitian ini meliputi penelitian kuat tarik belah beton dengan lima macam perlakuan perawatan yaitu ditutup dengan goni basah, direndam dalam air, 3 macam kondisi ekstrim yaitu pada suhu dingin, suhu panas, serta pada saat suhu berubah-ubah (kombinasi panas dan dingin). Benda uji untuk pengujian kuat tarik belah beton adalah silinder standar berukuran d=150 mm, h=300mm. Masing- masing FAS terdiri dari 30 benda uji dengan I5 benda uji di setiap umurnya serta 3 buah benda uji untuk setiap variasi perlakuan perawatan. Hasil penelitian menunjukkan besarnya kuat tarik belah beton rata-rata yang tertinggi pada umur perawatan 28 hari untuk kondisi suhu ekstrim terjadi pada saat perlakuan perawatan suhu dingin pada FAS 0,35 yaitu 3,397 Mpa, sedangkan nilai kuat tarik belah terendah terjadi pada perlakuan perawatan suhu panas yaitu 2,640 Mpa. Pada FAS 0,4 nilai kuat tarik belah tertinggi pada saat perlakuan perawatan suhu dingin yaitu 2,829 MPa sedangkan yang terendah terjadi pada perlakuan perawatan suhu kombinasi yaitu 2,273 MPa. Besamya kuat tarik belah beton rata-rata yang tertinggi pada FAS 0,45 terjadi pada perlakuan perawatan suhu dingin yaitu 2,900 MPa sedangkan yang terendah terjadi pada perlakuan perawatan suhu panas yaitu 2,333 Mpa.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK