PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INVESTIGASI KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP NEGERI 10 BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INVESTIGASI KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP NEGERI 10 BANDA ACEH


Pengarang

Ummul Fitriah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1006103020028

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Matematika (S1) / PDDIKTI : 84202

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan., 2015

Bahasa

Indonesia

No Classification

371.3

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Kata kunci: Model Pembelajaran Investigasi Kelompok, Kemampuan Berpikir Kritis

Hingga saat ini kemampuan berpikir kritis siswa masih tergolong rendah, maka dari itu salah satu model yang relevan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa adalah model pembelajaran investigasi kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui penerapan model pembelajaran investigasi kelompok lebih baik dibandingkan peningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui penerapan pembelajaran konvensional. Penelitian yang dilakukan berupa penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen true experimental design dengan desain randomized control group pretest-postest. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik acak yang menjadi kelas eksperimen (IXA) dan kelas kontrol (IXB). Hasil pengujian data diperoleh dari data N-Gain kemampuan berpikir kritis yang menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen, sehingga dapat dianalisis dengan statistik uji-t satu pihak pada taraf signifikan ? = 0,05. Berdasarkan hasil pengolahan data terhadap N-Gain skor kemampuan berpikir kritis siswa diperoleh nilai t_hitung= 1,78 dan nilai t_tabel = 1,679 atau t_hitung > t_tabel yaitu 1,78 > 1,679, hal ini berarti H0 ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa yang mendapat penerapan dengan model pembelajaran investigasi kelompok lebih baik dari siswa yang mendapat pembelajaran konvensional pada materi bilangan berpangkat dan bentuk akar. Peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa juga dapat dilihat dari rata-rata skor N-Gain masing-masing kelompok, kelas eksperimen nilai rata-rata 0,74, sedangkan kelas kontrol nilai rata-rata 0,68.


Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK