TINJAUAN LAJU KOROSI PADA BALOK BETON BERTULANG YANG MENGALAMI LENTUR (SUATU PENELITIAN BETON BERTULANG YANG MENGGUNAKAN BALOK BETON BERTULANG DENGAN RASIO TULANGAN TARIK 1,2%; 1,8%; 2,3%) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

TINJAUAN LAJU KOROSI PADA BALOK BETON BERTULANG YANG MENGALAMI LENTUR (SUATU PENELITIAN BETON BERTULANG YANG MENGGUNAKAN BALOK BETON BERTULANG DENGAN RASIO TULANGAN TARIK 1,2%; 1,8%; 2,3%)


Pengarang

Kamilla Hidayah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

9941111002

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik Univesitas Syiah Kuala., 2006

Bahasa

Indonesia

No Classification

693.4

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio tulangan tarik terhadap laju korosi pada balok beton bertulang yang mengalami retak lentur pada kondisi terendam air asin (air yang mengandung kadar NaCl 3,5 %). Benda uji balok beton bertulang berjumlah 3 buah berdimensi 2200 mm x 200 mm x 300 mm, dengan rasio tulangan masing-masing benda uji yaitu 12 %. 1,8 % dan 2.3 %. Kuat tekan beton pada balok dikontrol dengan benda uji silinder standar, tinggi 300 mm, diameter 150 mm Pengujian lentur balok dan kuat tekan silinder beton dilakukan pada saat beton berumur 28 Tulangan pokok yang digunakan adalah tulangan baja ulir dengan diameter I9 mm, sedangkan tulangan sengkang digunakan tulangan baja polos dengan diameter 8 mm Balok dibebani secara bertahap hingga mengalami retak dengan lebar retaknya 0,06 mm pada permukaan. Perendaman benda uji balok beton bertulang dalam bak berisi larutan NaCl 3,5 % selama 60 hari dilakukan untuk mempercepat terjadinya proses korosi. Benda uji sebelumnya dimapping tepat pada posisi tulangannya, kemudian diukur nilai potensialnya Pengukuran dengan metode Half-Cell Potential Mapping dilakukan untuk mendeteksi daerah yang memiliki potensial korosi paling tinggi, dilakukan setiap selang waktu I5 hari hani hari hingga 45 Adapun pengukuran dengan metode Polarisasi Lintier dilakukan untuk menghitung laju korosi setelah perendaman. Berdasarkan hasil pengukuran dan analisa diketahui laju korosi pada masing-masing benda uji adalah 0,00740 mpy; 0,0070 I mpy, 0,00669 mpy. Hasil pengujian menunjukkan bahwa balok beton bertulang dengan lebar retak yang sama, maka semakin besar rasio tulangan akan semakin kecil potensial terjadinya korosi

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK