Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
DETERMINAN CURAHAN JAM KERJA WANITA SEKTOR INFORMAL DI KOTA BANDA ACEH (STUDI KASUS PADA PEDAGANG HORTIKULTURA)
Pengarang
Riri Sefreby Liza - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0501101010085
Fakultas & Prodi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ekonomi Pembangunan (S1) / PDDIKTI : 60201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Ekonomi., 2010
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Adanya perubahan secara global dalam kehidupan masyarakat telah menjadikan
wanita sebagai tenaga kerja yang terjun diberbagai kegiatan ekonomi. Peran wanita
sebagai ibu rumah tangga, pengurus dan pendidik anak tetap dipertahankan dan saling
mendukung dengan kegiatan mereka dalam mencurahkan waktu untuk bekerja.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar faktor umur, status perkawinan,
jumlah tanggungan, pendidikan, serta pendapatan wanita itu sendiri mempengaruhi
curahan jam kerja wanita sektor informal pada pedagang hortikultura di Kota Banda
Aceh. Penelitian ini dilakukan di tempat yang menjadi pusat perdagangan hasil
hortikultura di wilayah Kecamatan Baiturrahman clan Kecamatan Ulee Kareng yaitu
di Pasar Peunayong dan Pasar Sp. Tujuh Ulee Kareng. Jumlah sampel secara keseluruhan
adalah 40 orang pedagang hortikultura yang terdiri atas 20 orang di Keeamatan
Baiturrahman dan 20 orang di Kecamatan Ulee Kareng. Model analisis yang digunakan
ini adalah dalam penelitian persamaan linier berganda dengan menggunakan data
primer dan data sekuoder.
Berdasarkan hasil estimasi faktor yang dominan mempengaruhi bertambahnya
atau berkurangnya curahan jam kerja wanita pedagang hortikultura di Kota Banda Aceh
adalah status perkawinan, jumlah tanggun gan dan tingka t pendidikan. Sedangkan untuk
faktor lainnya seperti umur dan pendapatan wanita itu sendiri ikut mempengaruhi
curahan waktu kerja wanita pedagang hortikultura tetapi dengan pengaruh yang kecil
yang disebabkan karena umur dan pendapatan wanita sendiri tidak itu menjadi suatu
alasan yang utama untuk seorang wanita meluangkan waktu uotuk bekerja. Dari basil
estimasi keseluruhan variabel, analisis estimasi variabel yang sesuai dengan hipotesis
adalah variabel umur, status perkawinan, jumlah tanggungan , dan tingkat pendidikan.
Sedangkan perubahan peningkatan variabel pendapatan akan menguraogi jam kerja
wanita pedagang hortikultura, hal ini bertolak belakang dengan hipotesis dikarenakan
mereka bekerja pada pekerjaan yang tidak mereka sukai.
Berdasarkan hasil penelitian ini, untuk mengatasi persoalan perekonomian
masyarakat Kota Banda Aceh untuk usaha-usaha kecil khususnya para pedagang
hortikultura wanita diharapkan kepada pemerintah untuk memperhatikan masyarakatnya
dari yang berumur diatas usia kerja yang masih terus bekerja dikarenakan memiliki
resiko kecelakaan kerja yang besar. Pemerintah clan lembaga bantuan usah a keeil
hendaknyalah dapat memberikan penyuluhan kepada para pedagang hortikultura
seberapa pentingnya peminjaman modal usaha (kredit) serta memperhatikan lokasi-lokasi
dimana dimungkinkan untuk berdagang dengan menganut pola tata ruang yang lebih tleksibel,
tidak kaku, sehingga meminimalkan penggusuran-penggusuran atau penertiban-penertiban.
Tidak Tersedia Deskripsi
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI CURAHAN JAM KERJA PEKERJA SEKTOR INFORMAL - PEDAGANG KAKI LIMA DI KOTA BEKASI (Taofig Hidayat, 2025)
ANALISIS KETIMPANGAN PENDAPATAN PEDAGANG SEKTOR INFORMAL DI KOTA BANDA ACEH (Elfrida, 2025)
DETERMINAN JAM KERJA PARA PEKERJA SEKTOR INFORMAL DI KABUPATEN PIDIE (STUDI KASUS: PEDAGANG PASAR) (Maulizar Sari, 2020)
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI CURAHAN WAKTU KERJA WANITA DI KOTA MEDAN (Sitirahmah Sibuea, 2025)
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI CURAHAN WAKTU KERJA WANITA DI KOTA MEDAN (Sitirahmah Sibuea, 2025)