EFEKTIVITAS BANTUAN MODAL DAN PERALATAN OLEH UNDP DAN JRS PADA UNIT PENGOLAHAN IKAN (UPI) DI DESA MEUNASAH KEUDEE KECAMATAN MESJID RAYA KABUPATEN ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

EFEKTIVITAS BANTUAN MODAL DAN PERALATAN OLEH UNDP DAN JRS PADA UNIT PENGOLAHAN IKAN (UPI) DI DESA MEUNASAH KEUDEE KECAMATAN MESJID RAYA KABUPATEN ACEH BESAR


Pengarang

Chusnul Hafidhah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0305102010007

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agribisnis (S1) / PDDIKTI : 54201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala.,

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RINGKASAN CHUSNUL HAFIDHAH dengan judul skripsi "EFEKTIVITAS BANTUAN MODAL DAN PERALATAN OLEH UNDP DAN JRS PADA UNIT PENGOLAHAN IKAN (UPI) DI DESA MEUNASAH KEUDEE KECAMATAN MESJID RAYA KABUPATEN ACEH BESAR" di bawah bimbingan Dr. Ir. Indra, M.P selaku pembimbing utama dan Dr. Ir. Fajri Jakfar, M.Sc selaku pembimbing kedua. lkan merupakan salah satu bahan makanan yang mudah membusuk. Hal ini dapat dilihat pada ikan-ikan yang baru ditangkap dalam beberapa jam saja kalau tidak diberikan perlakuan atau penanganan yang tepat maka ikan tersebut mutunya menurun (rusak), sebab tidak bisa hidup lama diluar air dan proses pembusukannya terjadi dalam waktu yang relatif singkat. Penanganan ikan basah harus dimulai segera setelah ikan diangkat dari air tempat hidupnya, dengan perlakuan suhu rendah dan memperhatikan faktor kebersihan dan kesehatan. Jenis-jenis teri yang banyak di Indonesia adalah teri nasi (Stelephorus commrsouli), teri japuh (Dussumieria accuta), teri jengki/kadrak (Stelephorus Insularis). Adapun pengembangan usaha pengolahan ikan teri ini terpusatkan pada Kecamatan Mesjid Raya yang merupakan sentra produksi usaha penangkapan dan pengolahan ikan teri di Kabupaten Aceh Besar yang telah berjalan sejak puluhan tahun yang lalu. Hasil ikan yang diolah pengusaha setempat sudah lama dikenal oleh masyarakat aceh dan penyebarannya telah menembus ke luar daerah. Kenyataan ini menunjukkan, bahwa kegiatan pengolahan teri asin rebus merupakan usaha yang cukup berkembang di kecamatan pesisir Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas bantuan modal dan peralatan yang disalurkan Pemerintah pada Unit Pengolahan lkan (UPI) di Desa Meunasah Keudee Kecamatan Mesjid Raya Kabupaten Aceh Besar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Survey. Dari 58 pondok pengeringan ikan yang terdapat pada UPI tersebut, pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara acak sederhana (Simple Random Sampling), yang ditetapkan sebesar 25%, sehingga sampel berjumlah IS pondok yang dapat mewakili populasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat bahwa wilayah desa/gampong yang paling luas adalah Desa le Seu Um yang meliputi 28,9 % lebih dari luas wilayah Kecamatan Mesjid Raya. sedangkan desa/gampong yang memiliki luas Desa wilayah yang paling kecil adalah Meunasah Keudee yang luasnya hanya 0,79 % dari luas wilayah Kecamatan Mesjid Raya (lihat tabel 2). Desa yang ada di desa dengan desa lainnya maupun dengan pusat ibukota Kecamatan yang membawahinya. Rata-rata pendapatan bersih usaha pengolahan Kecamatan Mesjid Raya letaknya sangatlah bersebaran antara satu ik.an sebelum mendapat bantuan modal dan peralatan Rp 3.110.666,- sedangkan sesudah mendapat bantuan modal dan peralatan Rp 7.801.666,-. Dengan demikian hipotesis yang telah dikemukakan sebelumnya dapat dibuktikan. Dari hasil perhitungan dengan hasil pengujian statistik melalui uji "t" = memperlihatkan nilai tin > 18,3 t%set =1,73. Ini berarti hipotesis nol (H) ditolak dan hipotesis alternatif (H,) diterima. Efektivitas pemanfaatan modaJ adalah 1,43%; efektivitas bantuan modal usaha adalah 0,52%; sedangkan prinsip keadilan adalah sebesar 12,37%. Hasil ini juga menunjukkan adanya kesamaan jumlah modal usaha dan adanya perbedaan nilai penjualan tiap pondok sebelum dan sesudah mendapat bantuan modal dan UNDP (United Nation Development Program), peralatan dari dan JRS (Jesuit Refugi Service). Dengan demikian bantuan modal usaha yang diberikan efektif tetapi bantuan peralatan belum bisa dikatakan efektif, karena setelah mendapat bantuan usaha yang dijalankan, pendapatannya lebih meningkat dibandingkan sebelum mendapat bantuan dan peralatannya belum bisa difungsikan dengan baik sampai saat ini.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK