PREDIKSI AIR LIMPASAN MENGGUNAKAN MODEL HIDROLOGI AGREGASI PADA SUB DAS KRUENG SEULIMUM | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PREDIKSI AIR LIMPASAN MENGGUNAKAN MODEL HIDROLOGI AGREGASI PADA SUB DAS KRUENG SEULIMUM


Pengarang

Ulva Heryanty - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0705106010030

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2012

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Limpasan permukaan merupakan air hujan yang tidak dapat ditampung
lagi oleh tanah, vegetasi atau cekungan dan akhirnya mengalir langsung ke sungai
atau laut. Besarnya nilai aliran permukaan sangat menentukan besamya tingkat
kerusakan tanah akibat erosi maupun banjir. Faktor-faktor yang mempengaruhi
besarnya aliran permukaan yaitu curah hujan, vegetasi, jenis tanah, adanya
bangunan penyimpanan air dan faktor lainnya. Salah satu cara menentukan
besarnya limpasan permukaan yaitu dengan menggunakan model. Dalam hal ini
digunakan model hidrologi agregasi, yang mana model ini dikembangkan untuk
meneliti suatu DAS atas dasar k.arakteristik bebatuan ataupun tanah. Penelitian ini
bertujuan untuk memprediksikan besarnya limpasan permukaan yang terjadi pada
Sub DAS Krueng Seulimum dengan menggunakan model hidrologi agregasi.
Penelitian ini dimulai dengan observasi daerah yang akan diteliti,
menentukan parameter , yaitu simpanan maksimum, simpanan aktual, perubahan
simpanan lengas, dan konstanta simpanan lcngas tanah k(t), dilanjutkan dengan
pengumpulan data dan peta, serta dilakukan pengolahan data. Setelah semua nilai
parameter diperoleh, maka dilakukan pengujian model. Pengujian model
dilakukan dengan menggunakan parameter statistik yaitu koefisien determinasi
(R'), persentase bias (Pus) dan koefisien Nash-Sutcliffe (Es).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai prediksi limpasan permukaan
minimum sebesar 70,22 mm yang terjadi pada tahun I 998 dan nilai prediksi
limpasan permukaan maksimum sebesar 759,12 mm yang terjadi pada tahun
1987. Hasil pengujian model menunjukkan bahwa model hidrologi agregasi
memiliki kinerja yang baik dalam memprediksikan debit Sub DAS Krueng
Seulimum, dimana nilai R' yang dihasilkan sebesar 0,92, P bias sebesar -5,21%
dan Ess sebesar 0,90.



Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK