<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="139127">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PEMBAKARAN TERHADAP KUAT TARIK BELAH PADA BETON DENGAN ADMIXTURE SUPERPLASTICIZER</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Jefriza</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2007</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK  &#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh pembakaran terhadap kuat tarik belah pada beton dengan menggunakan admixture superplasticizer (SP). Benda uji yang digunakan berupa silinder standar diameter  I5 cm dan tinggi 30 cm. Perencanaan komposisi campuran beton (mix design)  menggunakan metode American Concrete Institute (ACI 211-1-91 dengan raktor  Air Semen (FAS) 0,4. Benda uji seluruhnya berjumlah 210 buah. Benda uji dirawat ditempat terlindung selama 56 hari. Setelah berumur 56 hari benda uji  dibakar pada variasi suhu 200C, 300C, 400C dan 500C dengan lamanya waktu  pembakaran I, 2, 3, 4 dan 5 jam, kemudian benda uji diuji kuat tarik belahnya.  Pada kondisi normal penambahan superplasticizer disamping meningkatkan  workabilitas beton juga meningkatkan kuat tarik belah beton. Kuat tarik belah pada beton superplasticizer (BSP) lebih besar daripada kuat tarik belah pada beton normal (BN). Pada beton yang telah dibakar, terjadi penurunan kuat tarik.  Penurunan kuat tarik belah pada beton semakin besar sbanding dengan  bertambahnya suhu dan waktu pembakaran yang dialami beton. Ini disebabkan oleh adanya perbedaan muai antara agregat dan pasta semen. Pada temperatur tinggi pasta semen akan menyusut sedangkan agregat akan mengembang dan memuai. Perbedaan ini akan menimbulkan retak-retak pada betcn sehingga dapat mengakibatkan menurunnya kuat tarik belah pada beton. Persentase penurunan kuat tarik belah beton dibakar terhadap beton tanpa bakar terbesar terjadi pada beton normal (BN) dengan suhu 500&quot;C mencapai 83,773%, sedangkan pada beton  sperplasticizer (BSP) penurunan kuat tarik belah beton dibakar terhadap beton tanpa bakar terbesar terjadi pada suhu 300'C mencapai 86,998%. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>139127</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-22 15:36:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-22 15:36:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>