KEMANDIRIAN PETANI KAKAO DALAM ADOPSI INOVASI DI KECAMATAN GLUMPANG TIGA KABUPATEN PIDIE | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KEMANDIRIAN PETANI KAKAO DALAM ADOPSI INOVASI DI KECAMATAN GLUMPANG TIGA KABUPATEN PIDIE


Pengarang

Gusrizal Fandika - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0705102010119

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2012

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Gusrizal Fandika "Kemandirian Petani Kakao dalam Adopsi Inovasi di
Kecamatan Glumpang Tiga Kabupaten Pidie" dengan pembimbing utama
Bapak Dr. Ir. Agussabti, M.Si dan pembimbing kedua lbu Zakiah , S.P, M.Si
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana tingkat kemandirian petani
kakao dalam adopsi inovasi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya di
Kecamatan Glumpang Tiga Kabupaten Pidie. Objek penelitian ini
dikhususkan pada petani yang mengusahakan
usahatani kakao rakyat di Kecamatan Glumpang Tiga Kabupaten Pidie.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui tingkat kemandirian petani kakao dalam
adopsi inovasi di daerah penelitian tcrgolong kedalam kategori sedang dengan
persentase 42,42%. Hal ini dikarenakan masih banyaknya petani yang kurang
mampu menerapkan inovasi seperti teknik pemangkasan, pemberian pupuk
dengan dosis yang bcnar serta pengendalian hama pcnyakit dan masih kurang
mampunya petani mengatasi masalah yang sering dihadapi dalam usahatani
miliknya.
Berdasarkan hasil analisis uji Chi Square diketahui faktor-faktor yang
berpengaruh terhadap kemandirian petani dalam adopsi inovasi di kccamatan
glumpang tiga kabupaten pidie adalah karakteristik individu petani (X), akses
petani terhadap informasi (X2), lingkungan fisik (X3), dan karakteristik inovasi
(X,) sedangkan faktor yang tidak berpengaruh signifikan adalah lingkungan sosial
(X0). Kurangnya interaksi antar sesama petani dan jarangnya petani mengikuti penyuluhan
menyebabkan faktor lingkungan sosial menjadi tidak berpengaruh
signifikan. Dari ke empat faktor yang mempengaruhi kemandirian petani dalam
adopsi inovasi, faktor karakteristik inovasi memiliki pengaruh yang kuat
dibandingkan dengan faktor-faktor lainnya.
Petani sebaiknya lebih aktif dalam mencari informasi mengenai inovasi
tcrbaru dan pihak pemerintah diharapkan lebih sering mengadakan penyuluhan di
Kecamatan Glumpang Tiga agar petani lebih mudah memperoleh informasi yang
tepat dan akurat mengenai inovasi terbaru.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK