FENOMENA THE MONDAY EFFECT PADA INDEKS KOMPAS 100 DI BURSA EFEK INDONESIA / | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

FENOMENA THE MONDAY EFFECT PADA INDEKS KOMPAS 100 DI BURSA EFEK INDONESIA /


Pengarang

Heri Samhudi Zakaria - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0501102010019

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Manajemen (S1) / PDDIKTI : 61201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ekonomi., 2009

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Fenomena the monday effect merupakan suatu anomali musiman yang terjadi di
pasar keuangan dimana return saham secara signifikan negatif pada hari Senin. Beberapa
alasan yang menyebabk.an terjadinya monday effect di pasar modal antara lain fenomena
the monday effect disebabkan karena adanya aksi profit taking yang dilakukan oleh para
investor pada hari Jum'at pada minggu sebelumnya. Alasan yang lainnya adalah pada
umumnya perusahaan yang ingin menyampaikan informasi buruk (bad news) akan
menunggu waktu yang tepat, yakni pada akhir pekan. Anomali musiman tersebut
bertentangan dengan pasar modal efisien dalam bentuk lemah sehingga menyebabkan
return saham harian pada hari Senin dapat diprediksi berdasarkan kondisi pasar pada
minggu sebelumnya.
Indeks Kompas 100 merupakan indeks harga saham yang memuat 100 saham blue
chips dengan kriteria memiliki likuiditas tinggi, nilai kapitalisasi pasar besar , frekuensi
perdagangan di pasar regular, serta memiliki fundamental dan kinerja terbaik. Emiten yang
menjadi sarnpel penelitian sebanyak 66 perusahaan yang terdaftar dalam Indeks Kompas
selama tahun 2007 hingga 2008. Peralatan analisis data yang digunakan untuk melihat
pengaruh return saham hari Jum'at terhadap return saham hari Senin adalah regresi
sederhana dan diperoleh persamaan regresi Rt = -0,004 + 0,005Rjum, yang dibuktikan
dengan uji t sampel berpasangan dengan hasil signifikan 0,000 < 0,05. Sedangkan untuk
melihat stabilitas gejala the monday effect dilakukan pengujian dengan Chow breakpoint
Jest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena rhe monday effect terjadi secara stabil
di Bursa Efek Indonesia yang dibuktikan melalui nilai F dari hasil Chow breakpoint test dimana 21,33 >
3,13. Berdasarkan hasil penelitian, maka disarankan kepada investor untuk
tidak melakukan transaksi jual pada hari Senin karena harga pada hari tersebut mengalami
penurunan dan terjadi secara terus menerus.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK