Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH PEMBERIAN JERAMI TERHADAP KAPASITAS KERJA TRAKTOR DARI BERBAGAI TINGKAT LINTASAN PADA LAHAN SAWAH
Pengarang
Rizal - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
9951611561
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2007
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Pola dasar kehidupan manusia adalah pertanian.Ketersediaan pada proses
pertanian seperti pengolahan tanah, pada tanaman padi memerlukan air yang
optimum untuk pertumbuhan. Dalam pencetakan sawah, pembuatan lapisan kedap
merupakan suatu kegiatan yang harus di kerjakan.
Pengolahan tanah dapat menciptakan media yang baik bagi perkembangan
akar, hal tersebut berpengaruh terhadap kerapatan lindak dan kekerasan tanah. Tetapi
pengolahan tanah secara berlebihan yang dilakukan secara terus menerus selama
jangka waktu yang panjang dapat memacu pelapukan sehingga mengakibatkan
tingkat kesuburan tanah pertanian lahan kering menjadi rendah, teristimewa pada
wilayah tropika basah.
Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh pemberian jerami pada
sawah terhadap kapasitas kerja traktor dari berbagai tingkat lintasan.
Penelitian ini dilakukan pada lahan sawah Desa Mireuk Taman Kecamatan
Darussalam Kabupaten Aceh Besar dan di laboratorium Prodi Ilmu Tanah Fakultas
Pertanian Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh, yang berlangsung dari
bulan Januari sampai dengan Mei 2006.
Areal yang digunakan selama penelitian meliputi 6 plot,ukuran lahan yang
masing-masing petakan 20 x 8 m ,3 plot tanpa perlakuan lintasan dan 3 plot adanya
perlakuan lintasan. Dari ke 6 plot perlakuan keseluruhan disebutkan 2 plot tanpa
pemberian jerami , 2 plot pemberian jerami IO ton/h a dan 2 plot pemberian jerami 20
ton/ha.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air tanah pada lapisan top soil
tertinggi dengan berkurangnya lintasan traktor, disebabkan belum terjadinya
pemadatan tanah akibat lintasan traktor sehingga tanah banyak menyerap air, pada
penambahan jerami 20 ton/ha kadar air tertinggi terjadi pada lintasan 5x disebabkan
jerami dapat mengurangi kepadatan tanah dan banyak menyerap air.
Dari hasil analisis grafik Bulk Density penaruh lintasan dapat meningkatkan
nilai Bulk Density seiring dengan bertambahnya jumlah lintasan traktor. Tetapi nilai
Bulk Density pada lapisan sub soil tidak dipengaruhi oleh lintasan traktor.
Hasil dari percobaan tanpa lintasan dan penambahan jerami 10 ton/ha dan 20
ton/ha berbagai lintasan dapat dilihat bahwa pada kedalaman 0-40 tahanan
penetrasinya semakin meningkat karena semakin bertambahn ya kedalaman tanah
maka tanah semakin padat, sedangkan pada kedalaman 40-50 dapat kita lihat bahwa
tahanan penetrasi semakin berkurang.
Ditinjau dari perlakuan tanpa lintasan, lintasan I kali, 3 kali lintasan dan 5
kali lintasan semuanya meningkat,hal ini menunjukkan bahwa semakin sering suatu
lahan yang diolah dengan lintasan traktor.
Kapasitas kerja lapang efektif pada penarnbahan jerami 10 ton/ha mempunyai
nilai tertinggi 0.0110 m/det. Diantara ketiga perlakuan yang ada hal ini disebabkan
akibat penambahan jerami dan kadar air tanah rendah, perlakuan tanpa penambahan
jerami mempunyai nilai kapasitas kerja lapang efektif terkecil yaitu 0.0067 m2/det,
hal ini disebabkan akibat kadar air tanahnya tinggi. Pada k.apasitas kerja teoritis tanpa
penambahan jerami 0.0079 m2/det, penambahan 10 ton 0.014 m2/det dan penambahan
jerami 20 ton yaitu 0.0110 m2/det. Semakin besar kecepatan traktor yang digunakan
maka kapasitas kerja teoritis akan semakin besar pula.
Efisiensi lapang dapat diketahui setelah didapatkan hasil perhitungan
kapasitas lapang teoritis dan kapasitas lapang efektif, maka akan didapat nilai
efisiensi lapangnya. Dengan demikian persentase efesiensi lapang merupakan
perbandingan antara kapasitas efektif dengan kapasitas lapang teoritis dikali 100%.
Slip roda terbesar adalah pada perlakuan tanpa penambahan jerami, hal ini
disebabkan tanah pada plot tersebut berliat, licin dan alat pembajak masuk kcdalam
dan pada penambahan jerami 10 dan 20 ton slip rodanya lebih kecil dibandingkan
dengan tanpa penambahan jerami. Hal ini dikarenakan penambahan jerami dapat
mengurangi kepadatan pada bobot tanah, diduga dapat juga mengurangi slip roda.
Dari hasil uji pemadatan standar di laboratorium penambahan jerami 10
ton/ha tidak dapat mengurangi kepadatan tanah disebabkan berat isi kering
maksimum tanpa penambahan jerami sama dengan berat isi maksimum pada
penambahan jerami, namun pada penambahan jerami 20 ton/ha dapat mengurangi
kepadatan.
Tidak Tersedia Deskripsi
ANALISIS PEMBERIAN JERAMI TERHADAP PEMADATAN TANAH AKIBAT LINTASAN TRAKTOR RODA DUA (Ida Fitria, 2024)
PENGARUH PEMBERIAN SEKAM TERHADAP KAPASITAS KERJA TRAKTOR DARI BERBAGAI TINGKAT LINTASAN PADA LAHAN SAWAH (Denisyah Putra S, 2024)
PENGARUH POLA PEMBAJAKAN LAHAN SAWAH TERHADAP KAPASITAS KERJA TRAKTOR RODA EMPAT (Hasruddin, 2024)
ANALISIS PERUBAHAN SIFAT FISIKA PADA LAHAN KERING DAN KAPASITAS KERJA TRAKTOR AKIBAT PEMBERIAN BAHAN ORGANIK DAN KAPUR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KEDELAI (ZULFAKRI, 2016)
ANALISA BIAYA OPERASIONAL TRAKTOR TANGAN BERBANDING TRAKTOR RODA-4 (Ratih Kesuma Wardani, 2024)