<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="138977">
 <titleInfo>
  <title>UJI KINERJA ALAT PENGERING BIJI KOPI (COFEE DENGAN MENGGUNAKAN  BAHAN BAKAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yenni Ferdian</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2007</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kopi (Coffea sp) adalah salah satu hasil perkebunan yang menjadi sumber&#13;
devisa bagi Indonesia. Selain mempunyai nilai ekonomis, minuman kopi sangat&#13;
digemari karena memiliki cita rasa serta aroma yang khas , kegemaran minum kopi&#13;
cepat meluas keseluruh dunia setelah ditemukannya cara-cara penggunaan bahan&#13;
maupun metode pengolahan yang lebih sempurna.&#13;
               Proses pengeringan biji kopi, yang dilakukan oleh masyarakat atau industri&#13;
rumah tangga umumnya secara tradisional yaitu dengan penjemuran dibawah terik&#13;
matahari di alam terbuka. Untuk mendapatkan basil kopi yang tahan lama, maka&#13;
diperlukan suatu teknologi pengeringan dengan menggunakan alat pengering tipe&#13;
penukar kalor (konveksi alamiah).&#13;
                Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kinerja alat pengering biji&#13;
kopi serta untuk mengetahui kualitas produk kopi. Pada penelitian ini proses&#13;
pengeringan dengan mengggunakan bahan bakar arang, gas elpiji dan minyak tanah&#13;
yang menggunakan alat pengering tipe penukar kalor (konveksi alamiah). Dari ketiga&#13;
jcnis bahan bakar tersebut, maka dapat diketahui yang mana yang paling bagus&#13;
kinerja alat pengering dan mutu yang dihasilkan.  Proses pengolahan biji kopi &#13;
dilakukan secara kering OIB  (Oost Indische Bereiding). &#13;
               Dari hasil penelitian analisis  yang dilakukan yaitu kinerja alat pengering dan &#13;
dari mutu proses pengeringan yang di hasil kan berupa laju pengeringan, efesiensi&#13;
alat,  rendemen, temperatur, kelembaban (Rh) , kadar air , kandungan kafein, kandungan &#13;
kadar lemak dan organoleptik, sehingga keawetan kopi dari proses pengeringan ini &#13;
dapat bertahan lama sampai berbulan bulan bahkan bertahun. &#13;
               Pengeringan dilakukan dengan 2 jenis yaitu tanpa kulit dan berkulit. &#13;
Untuk proses pengeringan berkulit dilakukan p &#13;
ada suhu 80€ - 90C dan yang tanpa kulit  70€. 80'C. Waktu dan lama proses pengeringan&#13;
berbeda-beda, pengeringan biji kopi berkulit membutuhk.an waktu selama 8 jam &#13;
dengan kadar air akhir 1012 % yang mana pengeringan menggunakan bahan bakar &#13;
gas elpiji kadar air akh ir 10%, 1 % untuk bahan bakar minyak tanah dan 12% &#13;
untuk bahan bakar arang. Sedangkan pengcringan biji kopi tanpa kulit&#13;
hanya membutuhkan waktu selama 6 jam dan mendapatkan kadar air akhir&#13;
10%. Kandungan kafein pengeringan berkulit berkisar &#13;
0,94% - 0,97%. Kandungan lemak berkisar antara 4,2% - 4,3%, pada pengeringan ini&#13;
kandungan kadar lemak ini turun  dari 8%. Sedangkan uji organoleptik dilihat&#13;
dari segi warna, rasa dan aroma ketiga jenis bahan bak ar paling unggul adalah yang&#13;
mengunakan bahan bakar aran g dan gas elpiji sebagai mutu yang terbaik biji kopi.&#13;
Kandungan kafein untuk pengeringan biji kopi tanpa kulit 0,75%, kandungan kadar&#13;
lemak 3,74% sedangkan uji organoleptik pengeringan biji kopi yang unggul tanpa&#13;
kulit walaupun menggunakan bahan bakar yang sama yaitu gas elpiji. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>COFFEE - AGRICULTURE</topic>
 </subject>
 <classification>633.73</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>138977</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-21 12:27:19</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-21 14:50:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>